Tuesday, August 16, 2016

Bolehkah Memberi Telur pada Kucing ?

Dokter-hewan.net – Telur merupakan salah satu makanan yang bergizi, bervitamin, dan berprotein tinggi bagi tubuh. Di dalam telur, khususnya telur ayam, mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C. Nilai kandungan yang terdapat pada telur tentu sangat bagus untuk kucing terlebih jika dimakan dalam keadaan mentah.

Pemberian telur secara rutin akan membuat kucing menjadi gemuk karena tingginya kandungan lemak (11,5 gr) dan protein (12,8 gr), namun jangan memberi makan kucing dengan telur semata, karena telur bukanlah makanan pokok kucing. Pemberian telur pada kucing juga disarankan hanya memberi kuning telur saja, tanpa putih telur dan dalam kondisi mentah. Apakah kucing akan suka memakan telur mentah ?

Pada dasarnya, kucing adalah hewan pemakan daging dan sejenisnya dalam keadaan mentah, dan manusialah yang merubah pola makan kucing dengan memberi makanan matang atau makanan instan.

Lantas, bagaimana dengan pemberian putih telur pada kucing ? Pemberian putih telur pada kucing sangat tidak disarankan karena di dalam putih telur terdapat senyawa Avidin. Sebutir telur mengandung senyawa Avidin sekitar 1,8 mg. Avidin merupakan molekul Glikoprotein (gabungan karbohidrat dan protein), dimana senyawa ini berfungsi untuk melindungi pertumbuhan bakteri pengganggu oviduk (kuning telur). Dan seperti yang kita ketahui bahwa kuning telur merupakan bakal janin.

Salah satu efek dari senyawa ini adalah kemampuannya untuk mengikat biotin (unsur pembentukan vitamin B). Jika biotin terikat oleh avidin maka tubuh akan kekurangan vitamin B. Itulah sebabnya mengapa pemberian putih telur tidak disarankan untuk kucing, karena vitamin B sangat dibutuhkan untuk perkembangbiakkan tubuhnya. Jadi, cukup hanya kuning telur saja yang diberikan. Untuk pemberian pada kucing, kuning telur dapat diletakkan pada tempat pakan kucing dan kemudian kucing akan sendirinya akan memakannya dengan cara dijilat sampai habis. [AD]

Monday, August 15, 2016

Tarsius yang Romantis dan Setia

Dokter-hewan.net – Binatang mamalia kecil yang kini hanya ditemukan di beberapa negara Asia Tenggara saja yakni di Indonesia, Malaysia, dan Filipina ini dikenal sebagai binatang yang setia pada pasangannya. Binatang nokturnal ini merupakan primata dari genus Tarsius yang bertubuh kecil dengan mata yang sangat besar. Masing – masing bola matanya berdiameter 16 milimeter, ukuran yang sama dengan seluruh otaknya.

Kepala Tarsius mampu berputar hingga 180 derajat seperti burung hantu, oleh sebab itu binatang ini sering disebut sebagai monyet hantu. Kemampuannya untuk melihat benda dengan hanya menggerakkan kepalanya membuat Tarsius menjadi tidak banyak bergerak, bahkan dalam menangkap mangsanya. Rambut Tarsius sangat lembut seperti beludru dan berwarna cokelat abu – abu, cokelat muda, atau kuning jingga muda.

Tarsius merupakan primata karnivora sejati. Apapun kondisinya, Tarsius tidak akan memakan tanaman. Binatang mungil ini hanya memakan serangga, reptil seperti kadal dan ular, kodok, burung, bahkan kelelawar. Tarsius merupakan predator yang sangat serius, karena mereka memburu dalam diam, mencari kesempatan pada mangsa yang mendekatinya, kemudian menangkapnya dengan cepat di udara.

Mengapa binatang ini diberi nama Tarsier? Kata Tarsier juga diambil dari kenyataan diri binatang ini, yakni memiliki tulang tarsu yang sangat panjang pada kakinya. Dari kata tarsu lah binatang ini disebut Tarsius ata Tarsier. Jari jemari yang panjang pada Tarsius berfungsi untuk meraih dan hinggap di dahan atau ranting pohon. Jari ketiganya sama panjangnya dengan seluruh panjang lengan atasnya. Keadaan anatomi tubuhnya menjadikan Tarsius sebagai pemanjat dan pelompat yang handal, dimana ia mampu melompat 40 kali dari panjang badannya dan terbang sekitar 16 kali dalam sekali lompat.

Meskipun binatang malam, Tarsius terkenal setia dengan pasangannya. Tarsius merupakan binatang monogami yang seumur hidupnya hanya memiliki satu pasangan. Apabila pasangannya mati, Tarsius tidak akan kawin lagi dan bertahan dengan kesendiriannya hingga ajal menjemputnya. Usia binatang ini tidaklah panjang, hanya sekitar 15 tahun saja. Usia pendek dan monogami inilah yang membuat Tarsius terancam keberadaannya di dunia. Selain itu, rusaknya hutan lindung dan sejumlah habitat juga ikut memperparah. Yang mengenaskan adalah ditangkapnya Tarsius sebagai bahan makanan untuk dikonsumsi anak muda dalam pesta minuman keras di Sulawesi Utara. Tarsius juga merupakan binatang yang mudah stres, sehingga apabila diletakkan dalam kandang, binatang ini akan melukai bahkan membunuh dirinya sendiri.

Oleh sebab itu, Tarsius termasuk salah satu binatang yang terancam punah dan patut untuk dilindungi. Menurut data yang dikumpulkan pada tahun 2008, jumlah Tarsius di daerah Sulawesi Utara tersisa hanya 1.800 ekor saja, padahal di tahun 1998 jumlah hewan ini masih mencapai 3.500 ekor. Untuk menghindari kepunahan tersebut, konservasi habitat adalah satu – satunya harapan. Perlindungan terhadap Tarsius tidak hanya berfungsi menyelamatkan keberadaannya saja, tapi eksistensi Tarsius di habitatnya dapat memberikan insentif secara ekonomi bagi daerah akibat dari pariwisata. Sumber dana yang terkumpul dapat digunakan untuk penelitian dan pemeliharaan Tarsius. Selain itu, keberadaan Tarsius di alam juga harus dijaga karena Tarsius sebagai pemakan serangga berperan sebagai pembasmi hama secara alami yang secara tidak langsung dapat membantu para petani. [AD]

Saturday, August 13, 2016

Keracunan Parasetamol Pada Kucing

Dokter-hewan.net - Pemilik hewan kesayangan pastinya sangat mencitai hewan kesayangannya. Kucing merupakan salah satu hewan kesayangan yang umum di masyarakat. Pemilik kucing kerap melaporkan bahwa kucingnya panas dan tidak mau makan. Akan tetapi, karena terlalu sayang, pemilik hewan langsung memberikan parasetamol kepada kucingnya. Tindakan yang diharapkan baik ini akan berdampak sebaliknya kepada kucing, karena kucing tidak bisa mencerna parasetamol sehingga sangat berbahaya, bahkan menimbulkan kematian. 

Mengapa parasetamol berbahaya bagi kucing? 
Parasetamol atau acetaminophen adalah obat penurun panas dan pereda rasa sakit. Obat ini sangat cepat diserap dalam saluran pencernaan. Diperlukan enzim glukoronil transferase untuk memetabolisme obat dan membuangnya melalui ginjal. Kucing tidak seperti manusiayang dapat memetabolisme obat dengan baik. Akibatnya akan terbentuk metabolit yang bersifat racun yaitu NAPQI (N-acetyl-para-benzequi-noneimine) yang menempel pada membran sel hati dan merusak lapisan lipid sehingga menyebabkan kerusakan sel hati (hepatosit). Hal ini juga menyebabkan stress oksidatif pada hemoglobin sehingga tidak dapat mengikat dan mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh. Kucing akan mengalami kekurangan oksigen dan anemia. Selain itu, obat ini juga dapat merusak ginjal. Gejala keracunan pada kucing dapat terjadi dalam waktu 30 menit setelah obat diberikan. Anjing memiliki enzim glukoronil transferase yang cukup untuk memetabolisme parasetamol. Namun dalam kadar pemberian dosis lebih dari normal, anjing juga dapat mengalami keracunan. 

Berapa dosis keracunan pada kucing? 
Beberapa tulisan ilmiah melaporkan dosis keracunan parasetamol 50-100 mg/kg BB, tetapi pernah diteliti bahwa dosis kecil 10 mg.kh BB sudah memperlihatkan gejala dan menyebabkan kematian pada kucing. Oleh sebab itu, berapapun jumlah pemberian parasetamol tidak disarankan, sekalipun dengan jumlah yang sangat kecil. 

Bagaimana keracunan parasetamol didiagnosa? 
Diagnosa dapat diperoleh dari : 
  • Keterangan pemilik kucing, yaitu diberikan obat atau tidak sengaja tertelan obat yang dikonsumsi pemilik. Selain itu, jumlah pemberian dan waktu obat tertelan perlu disampaikan dengan jelas. 
  • Pemeriksaan gejalan klinis
  • Pemeriksaan urin dan darah lengkap sebagai penunjang. 
Apa gejala klinis dari keracunan paracetamol? 
Gejala klinis yang biasa ditemukan antara lain depresi, muntah, turun nafsu makan, lemas, bengkak pada wajah dan jari kaki, hipersalivasi (air liur menetes berlebihan), nyeri perut, sulit bernafas, urin berwarna kecoklatan, selaput lendir kebiruan, hingga dapat berujung kematian. 

Penanganan kucing yang keracunan parasetamol? 
Segera bawa kucing anda ke dokter hewan terdekat. 

Sumber : 
Drh. Wywy Goulda March dari Praktisi Hewan Kecil di Jakarta (Founder March Animal Foundation) - Buletin Hills