Friday, September 16, 2016

Anjing Ras Shih Tzu Rentan Terkena Katarak

Dokter-hewan.net – Katarak merupakan kondisi kekeruhan atau kekaburan pada lensa mata (opaque cloudiness). Penglihatan hewan pada umumnya akan terkena dampak yaitu berupa pandangan kabur (ringan) sampai menyebabkan kebutaan jika tidak tertangani dengan baik. Pada umumnya, katarak disebabkan oleh turunan genetik, namun juga dapat dipicu oleh usia tua, penyakit retina lainnya, diabetes dan trauma pada mata.

Anjing Shih Tzu merupakan ras yang paling umum terkena katarak, namun tidak menutup kemungkinan pada ras – ras lainnya, seperti anjing cocker spaniel, poodle, miniature schnauzer, terrier dan golden retriever. Akan tetapi, cara katarak yang diturunkan dari generasi ke generasi belum diketahui dengan jelas penyebabnya, artinya semua ras hewan (tidak hanya Shih Tzu) memiliki kemungkinan terkena katarak. Menurut para ahli, katarak kemungkinan diturunkan dari bentukan genetik, antara lain yang masih diteliti yaitu autosomal resesif, autosomal dominan dan setengah dominan namun tidak ada yang defenitif pada shih tzu.

Gejala
Tergantung pada beratnya katarak, kadangkala terlihat dan kadangkala jelas. Pada kondisi tertentu, katarak dapat diketahui dengan adanya perubahan warna pada bagian pupil dari anjing, dan bisa juga anjing menunjukkan masalah penglihatan, misalnya menabrak saat berjalan. Namun, perlu diketahui pula bahwa ada konsisi dimana anjing berusia tua, lensa matanya juga akan menjadi keruh atau abu – abu. Kondisi ini disebut nuclear sclerosis, dan tidak terlalu bahaya bagi penglihatan anjing jika dibandingkan dengan katarak. Namun, Anda tetap harus memeriksakannya ke dokter hewan untuk mengetahui apakah itu berbahaya atau sebaliknya.

Penanganan
Katarak dapat diobati dengan operasi pengangkatan katarak yang dilakukan oleh dokter hewan. Saat operasi, lensa akan dibuang dan diganti dengan lensa plastik atau lensa akrilik. Operasi katarak umumnya memiliki tingkat keberhasilan yang baik, namun perlu didukung pula dengan perawatan pasca operasi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. [HP]

Thursday, September 15, 2016

Pencegahan dan Penanganan Scabiosis Pada Kelinci

Dokter-hewan.net – Scabiosis dapat dicegah dengan cara selalu menjaga kebersihan kandang, salah satunya adalah dengan  membuang sisa – sisa makanan yang tersisa. Kemudian, atur suhu kandang, jangan sampai terlalu lembab atau terlalu panas, karena kandang yang terlalu lembab dapat menjadi awal munculnya penyakit ini. Pencegahan lainnya adalah jika scabiosis telah mengenai salah satu dari kelinci atau hewan kesayangan Anda yang lain, segera pisahkan kelinci penderita dengan hewan yang lain untuk mencegah adanya penularan berlebih. Hewan yang telah terinfeksi scabiosis biasanya akan tampak lebih kurus, karena muncul rasa gatal sehingga ia harus terus menggaruk dan menjadi malas makan atau nafsu makannya menurun.

Pada kondisi dimana kelinci yang menggaruk secara terus – menerus, Anda harus lebih waspada dengan kondisi ini. Hal ini karena nantinya akan timbul luka yang biasanya disertai benjolan yang didalamnya terdapat cairan dan jika pecah, maka cairan tersebut akan menjalar ke bagian kulit lainnya. Oleh karena itu, sebaiknya jangan terus – menerus digaruk karena dapat menyebabkan iritasi sehingga tungau dapat dengan mudah masuk ke jaringan kulit.

Penularan ke manusia biasanya lebih sering menyerang bagian tubuh yang berbau akibat berkeringat dan kotor. Mengapa scabies dapat menular? Anda bisa lihat pada artikel sebelumnya, Apakah Scabiosis Dapat Menular ?. Untuk pencegahan, sebaiknya mandi 3 kali sehari dengan air hangat untuk mengurangi rasa gatal pada tubuh. Dan gunakan sabun mandi yang dapat mengurangi pertumbuhan tungau atau kuman lainnya pada tubuh.

Pengobatan scabiosis membutuhkan waktu dalam penyembuhannya, artinya tidak akan langsung sembuh setelah sekali diobati. Dibutuhkan kerjasama antara pemilik hewan dan dokter hewan. Hewan akan diberikan obat antiparasit dan untuk luka luar akan diberikan berupa salep antiparasit. Dan penggunaan obat antiparasit ini harus dibawah pengawasan dokter hewan karena termasuk obat keras. [HP]

Wednesday, September 14, 2016

Tumor pada Hamster

Dokter-hewan.net – Pertumbuhan abnormal pada sel atau jaringan maupun organ tubuh disebut tumor. Tumor memiliki dua tipe, yaitu benigna dan maligna. Tumor benigna merupakan tumor yang tidak ganas dan tidak bisa menyebar yang pada umumnya menyerang hamster. Sedangkan, tumor maligna (kanker) merupakan tumor ganas yang umumnya menyerang glandula yang memproduksi hormon atau sistem pencernaan hewan dan memiliki kemampuan untuk menyebar ke daerah sekitarnya. Hanya 4% hamster yang mampu bertahan melawan tumor maligna.

Tumor benigna pada hamster umumnya terjadi di kelenjar adrenal, dekat dengan organ ginjal. Lymphoma (tumor di kelenjar limpa) umumnya menyerang hamster tua dan umumnya ditemukan di seluruh sistem limpatik seperti timus, lien, hati dan limpnode. Selain itu, salah satu tipe dari lympoma dari Sel T juga akan memberikan efek terhadap kulit pada hamster dewasa. Tumor lain mampu tumbuh dan berkembang pada rahim, usus, otak, kulit, folikel rambut, lemak bahkan mata.

Pengobatan dan prognosis dari tumor tergantung pada lokasi tumor tumbuh, dan seberapa cepat tumor diketahui keberadaannya. Walaupun begitu, segera membawa hamster ke dokter hewan untuk pengobatan akan memperbaiki kualitas kehidupan hamster.

Gejala
Gejala dari hamster yang memiliki tumor akan terlihat sesuai dengan lokasi tumbuhnya tumor. Tumor yang terlihat di luar tubuh akan lebih mudah diketahui dibandingkan dengan tumor yang berada di dalam tubuh. Gejala yang ditimbulkan biasanya tidak spesifik seperti depresi, kebotakkan pada bagian tertentu, nafsu makan menurun, sakit pada bagian perut dan diare (bahkan diikuti diare berdarah). Sel T lympoma mungkin akan menyebabkan kelainan pada kulit, seperti peradangan pada kulit dan atau terjadi kebotakkan .

Penyebab
Penyebab tumor pada umumnya adalah turunan genetik dan faktor lingkungan yang memicu terjadinya malformasi atau multiplikasi sel yang abnormal yang menyebabkan formasi tumor terbentuk.

Diagnosis
Teknik diagnosa tumor harus dibawa ke dokter hewan. Jika tumor eksternal atau pada bagian luar tubuh akan lebih mudah didiagnosa melalui pemeriksaan fisik dan bisa dilakukan uji cytology. Namun, jika berada di dalam tubuh, harus dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa X-Ray atau USG, dan dapat dilakukan uji biopsi.

Penanganan
Dokter hewan biasanya menyarankan dilakukan operasi pengangkatan tumor karena tumor sewaktu – waktu dapat berkembang dan menyebar ke lokasi lain dari tubuh hamster. Operasi pengangkatan tumor pada tumor fase awal akan meningkatkan persentase kesembuhan hewan. Bagaimanapun, deteksi tumor yang terlambat akan menyebabkan tumor berubah menjadi maligna (kanker). Segera hubungi dokter hewan langganan Anda, jika terjadi kelainan pada hamster. [HP]