Pentingnya Vaksinasi pada Hewan Kesayangan

Hewan kesayangan atau pet animal bukanlah hanya sekedar hobi, itulah yang dilontarkan oleh Drh. Sri Murwani pada saat pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, Malang pada tanggal 2 April 2016

Pemeliharaan Kucing

Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang lumayan tinggi penggemarnya di Indonesia. Akan tetapi, tidak sedikit dari penggemar kucing tersebut tidak mengetahui dengan benar tata cara dan trik memelihara kucingnya agar menjadi kucing yang sehat dan menggemaskan tentunya.

Jamur pada Hewan Kesayangan

Jamur merupakan salah satu penyebab kerusakan pada kulit hewan kesayangan, terutama hewan kesayangan muda (baby) atau yang memiliki rambut yang panjang atau keriting.

Ular Berbisa dan Penanganannya

Karawang, 4 April 2016 seorang penyanyi dangdut meninggal dunia setelah digigit ular jenis king kobra saat tampil disebuah hajatan di Desa Lemahabang Wadas, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Cara Membersihkan Najis dari Air Liur Anjing

Di agama islam,Air liur anjing itu haram hukumnya karena beberapa hal yang saya kira tidak perlu menyebutkan alasannya disini.Namun bagaimana kalau seandainya muslim yang berprofesi sebagai dokter hewan? Apakah tidak boleh melayani pasien yang bernajis?

Sabtu, 28 Mei 2016

Leptospirosis pada Anjing

Dokter-hewan.net – Leptospirosis merupakan salah satu penyakit menular dan zoonosis (menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya). Penyebab penyakit ini adalah bakteri Leptospira interrogans. Leptospira sp dapat bertahan hidup pada lingkungan yang lembab dan hangat, musim penghujan, dataran rendah, daerah tropis dan subtropis. Leptospirosis rentan menyerang anjing yang memiliki aktifitas di luar lingkungan rumah, termasuk anjing pemburu.

Leptospirosis pada anjing disebabkan oleh infeksi dari berbagai serovar Leptospirosis interrogans antara lain L. australis, L. autumnalis, L. ballum, L. batislava, L. bataviae, L. canicola, L. grippotyphosa, L. hardjo, L. icterohaemorrhagica, L. Pomona, dan L. tarassovi. Sedangkan, leptospirosis pada kucing dapat disebabkan oleh serovar L. Bratislava, L. canicola, L. grippotyphosa, dan L. Pomona. Serovar yang sering digunakan dalam vaksin leptospira adalah L. canicola dan L. icterohaemorrhagica.

Penularan leptospirosis ke hewan lainnya dapat melalui kontak langsung dan tidak langsung. Penularan secara langsung dapat melalui urin, abortusan, cairan sperma penderita, kontak dengan selaput lendir, mata, dan luka di kulit serta mulut. Sedangkan, penularan secara tidak langsung dapat melalui lingkungan yang terkontaminasi seperti tanah, makanan, air dan kondisi lingkungan lain yang cocok dengan leptospira bertahan hidup. Leptospira dapat berasal dari hewan reservoir seperti tikus. Leptospira yang berhasil menembus kulit dan mukosa akan masuk dengan cepat ke pembuluh darah (4 – 7 hari) dan kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh (2 – 4 hari), terutama ke organ ginjal dan hepar.

Gejala klinis akan muncul setelah masa inkubasi selama 5 – 15 hari. Hewan yang menderita secara perakut dan akut akan menunjukkan gejala seperti anoreksia, lesu, hipertensi otot – otot perifer, pernafasan dangkal, vomitus, demam, mukosa pucat dan takikardi. Kerusakan sel – sel trombosit akan mengakibatkan koagulasi perivaskuler yang luas sehingga terjadi ptechie dan ekimosis di kulit, epistaksis dan melena. Gejala khas lainnya adalah terjadi jaundice (kuning) pada membran mukosa karena hepar mengalami nekrosis. Leptospira akan berkoloni dan bereplikasi di dalam epitel tubuli ginjal sehingga menyebabkan nefritis interstisialis. Kematian yang terjadi dapat disebabkan akibat nefritis interstisialis dan kerusakan pembuluh darah.

Diagnosa terhadap leptospirosis tidak cukup hanya berdasarkan gejala klinis dan hematologi atau kimiawi darah. Pada tes pemeriksaan darah, terdapat adanya peningkatan PCV akibat dehidrasi, leukositosis, trombositopenia, BUN dan kreatinin yang tinggi (indikasi gangguan pada ginjal), peningkatan enzim hati, proteinuria dan isothenuria. Pemeriksaan yang dilakukan hanya dapat mengetahui adanya gangguan pada ginjal dan hepar saja, bukan agen penyebabnya. Sedangkan, diagnosa terhadap agen penyebab penyakit dapat dilakukan melalui pemeriksaan dengan PCR.

Terapi pengobatan yang dapat dilakukan pada penderita leptospirosis adalah terapi cairan karena gejala dehidrasi yang ditimbulkan akibat demam dan anoreksia. Jika pasien tidak urinasi atau urn yang keluar sedikit, maka dapat diterapi dengan menggunakan diuresis yang tidak memberatkan ginjal. Sebelum dilakukan diuresis, sebaiknya dilakukan rehidrasi terlebih dahulu. Selanjutnya, diberi pengobatan antibiotik terhadap bakteri leptospira tersebut.

Pencegahan dengan vaksinasi merupakan upaya terbaik yang dapat dilakukan. Dan tindakan pencegahan lainnya yang harus Anda lakukan sebagai pemilik hewan kesayangan adalah menjaga sanitasi kandang untuk mencegah kontak dengan urin penderita, pengendalian terhadap hewan pengerat, monitoring dan memindahkan anjing yang menjadi carier penyakit sampai terapi selesai diberikan, dan mengisolasi pasien selama diberi terapi pengobatan.

Anda harus ingat! Leptospirosis merupakan salah satu penyakit zoonosis atau dapat menular dari hewan ke manusia. Infeksi pada manusia dapat terlihat secara subklinis dengan gejala ringan seperti sakit flu, dan atau gejala berat seperti gangguan liver dan ginjal. Oleh karena itu, pencegahan harus senantiasa Anda perhatikan. Hal yang dapat dilakukan adalah desinfeksi area menggunakan sarung tangan, masker, dan cuci tangan setelah kontak dengan penderita. Selain itu, perlu adanya pembatasan aktifitas ke area yang basah serta dataran rendah dengan air yang menggenang. [AD]

Jumat, 27 Mei 2016

Bonding dengan Sugar Glider



Dokter-hewan.net – Apakah yang dimaksud dengan bonding? Bonding berarti “terikat”, dan sugar glider sudah dapat dikatakan bonding apabila telah mempunyai ikatan dengan Anda sebagai pemiliknya. Atau dengan kata lain, bonding berarti menjinakkan. Hal ini dapat ditunjukkan oleh SG kepada pemiliknya, misalnya sugar glider akan datang ketia ia dipanggil, SG akan selalu melompat ke arah Anda apabila ia jauh dari Anda, SG tidak pernah melakukan crabbing (mengeluarkan suara seperti terompet) jika dipegang apabila ia telah hafal dan mengenal aroma tubuh Anda.

Kunci dari menjinakkan sugar glider adalah kesabaran. Cara menjinakkan SG berkaitan dengan usia dan jenis dari SG yang Anda miliki. Pada umunya, lebih mudah untuk menjinakkan SG pada usia muda, sekitar usia 1,5-2 bulan. Karena pada hewan yang lebih tua telah memiliki pola hidup dan karakter sendiri yang terbentuk dari kebiasaannya sehari-hari. Sedangkan pada hewan yang masih muda hanya mempunyai naluri dan insting bawaan dari lahir.

Berikut tips yang dapat Anda lakukan agar Anda dapat menjinakkan suger glider yang Anda miliki.
1.      Ajak bermain setiap hari
Hal ini dapat Anda lakukan dengan mengelus-elus kepalanya atau dengan membiarkannya berada di tangan Anda.
2.      Berilah makan dengan metode handfeed
Kebutuhan makan adalah naluri dasar dari semua makhluk hidup. Jika Anda sering memberinya makan dengan tangan Anda, maka hal itu akan mempercepat terbentuknya kepercayaan SG yang Anda miliki. Tujuan dari handfeed itu sendiri adalah agar SG tidak merasa takut dan terancam oleh Anda. Lakukan handfeed secara perlahan dan jangan terburu-buru. Jangan takut jika ia melakukan crabbing. Ambil sedikit makanan dengan jari Anda dan berikan ke mulutnya secara perlahan. Jangan mencoba untuk menarik tangan Anda saat SG melakukan crabbing, karena SG akan menganggap itu adalah salah satu cara untuk mengusir Anda.
3.      Letakkan kandang pada tempat yang banyak dilewati orang
Hal ini dapat melatih SG agar terbiasa dengan orang-orang di sekitarnya. Semakin sering ia melihat orang di lingkungannya, maka ia akan terbiasa untuk tidak merasa takut. Minimalkan juga dari gangguan orang-orang yang melintas dan binatang lain, jangan sampai SG merasa terancam. 
4.      Kenalkan dengan aroma tubuh Anda
Sugar glider termasuk hewan yang menandai wilayahnya dengan bau atau aroma. Jadi, dengan meletakkan pakaian Anda setiap hari pada bonding pouch atau kandang, akan membantu proses bonding karena SG telah terbiasa dengan aroma tubuh Anda.
5.      Waktu yang tepat untuk bonding
Waktu paling baik untuk menjinakkan atau melakukan bonding pada SG adalah di siang hari. Saat SG merasa lelah dan mengantuk, ia lebih cenderung diam dan tertidur. Jika Anda tidak sempat melakukannya pada siang hari, lakukan di malam hari juga boleh tetapi hal ini akan lebih sulit.
6.      Berilah suatu kebiasaan
Sugar glider termasuk hewan yang mempunyai daya ingat yang tinggi. Anda bisa melatihnya untuk melakukan hal-hal yang Anda inginkan, seperti memasukkannya ke dalam saku baju atau meletakkannya di tangan Anda.
7.      Gigitkan jari Anda pada mulutnya
Salah satu cara yang paling cepat untuk menjinakkan SG adalah dengan sering mengigitkan jari Anda ke mulut sugar glider. Tapi tak sedikit orang yang melakukannya, cara ini memang cara yang paling cepat untuk menjinakkan SG. Lakukan cara ini minimal 2 jam setiap harinya. Biasanya SG bisa jinak dan tidak menggigit dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Jika proses bonding ini cepat, maka Anda beruntung. Sugar glider Anda mungkin cocok dengan Anda. [AD]

Kamis, 26 Mei 2016

Sugar Glider si Hewan Peliharaan Lucu

Dokter-hewan.net – Sugar glider (SG) atau Petaurus breviceps merupakan salah satu jenis tupai pohon dengan ukuran badan yang relatif kecil. Ukuran tubuhnya sekitar 24-30 cm dengan berat tubuh sekitar 4-6 ons. Karena memiliki ukuran yang kecil, hewan lucu ini sering dijuluki sebagai hewan peliharaan dalam saku. Sugar glider mempunyai jari-jari kaki yang besar pada kaki belakang yang berfungsi untuk membantu berpegangan lebih kuat pada cabang pohon. Dan yang uniknya lagi, di antara pergelangan tangan dan kaki SG, ditutupi dengan bulu atau membran yang disebut Patagium. Jadi, saat hewan ini membentangkan tangan dan kakinya, patagium ini akan tampak seperti sayap yang membuat SG bisa terbang di udara.

Sugar glider sudah dapat dikatakan umur dewasa dan siap kawin pada saat jantan berumur 2 tahun dan betina pada umur 7-15 bulan. Kemudian betina akan bunting selama 14-16 hari hingga akhirnya melahirkan 1-3 ekor anak.

Sugar glider merupakan hewan nocturnal omnivore atau aktif mencari makan pada malam hari. Pada habitat aslinya, SG terbiasa memakan serangga kecil seperti jangkrik dan ulat kecil, serta getah manis dari pohon akasia dan eucalyptus. Akan tetapi, perlu diingat bahwa SG termasuk hewan yang mempunyai mood tertentu dalam memilih makanannya. Jadi, disarankan untuk memberinya variasi makanan di setiap harinya. Buah-buahan yang dianjurkan seperti pear, apel, pisang, pepaya, dan anggur. Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan proteinnya, Anda dapat memberikan telur, keju, atau pet food (dengan protein dan kalsium tinggi serta memiliki kandungan magnesium yang rendah dan tidak lebih dari 0,01% karena dikhawatirkan akan merusak ginjalnya). Selain makanan, SG juga membutuhkan air minum. Disarankan agar selalu memberikan air yang sudah matang sebagai minumannya.

Dalam memelihara sugar glider, Anda juga harus menyediakan kandang yang sesuai dengannya. Sugar glider adalah hewan aboreal yang sangat aktif. Semakin luas kandang, maka semakin besar peluang SG untuk bergerak. Letakkan kandang di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Sebagai hewan yang aktif, SG memerlukan benda-benda yang dapat ia mainkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis dalam kandang. Berikan pula tempat tidur atau alas tidur, dan pastikan Anda mencucinya secara teratur. Jangan khawatir ketika SG menggigit dan mengunyah cabang pohon atau benda-benda yang ada di dalam kandang. Hal ini merupakan salah satu cara untuk SG bermain dan membersihkan giginya.

Salah satu keunikan dari SG adalah ia termasuk hewan yang dapat jinak dan lengket dengan pemiliknya. Ketika awal Anda membeli SG, hewan ini akan tampak stres karena perubahan lingkungan. Pada situasi seperti ini, Anda harus bersabar dalam melatih dan merawatnya. Biarkan SG berada dalam kandang selama 1-2 hari tanpa diganggu oleh Anda. Sama halnya dengan anjing dan kucing, Anda harus membiasakan untuk mengajak berbicara SG hingga ia mengenal suara Anda. Letakkan salah satu baju bekas Anda dalam kandang agar ia juga mengenal aroma tubuh Anda. Secara perlahan, berilah ia makanan dengan tangan Anda setiap harinya. Anda harus senantiasa meyakinkan hewan peliharaan Anda bahwa manusia bukanlah ancaman baginya.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa ada hal yang paling tidak menyenangkan dalam memelihara hewan kesayangan di rumah, yakni kotoran atau pup nya. Sama halnya dengan sugar glider, kotorannya tidak akan berbau atau menimbulkan aroma yang sangat menyengat jika Anda memberikan variasi makanan yang cocok dan seimbang. Jika Anda memberikan pakan dengan kadar protein yang terlalu tinggi, maka tentu saja akan semakin menimbulkan aroma yang menyengat. Namun, yang harus Anda ingat adalah tetap sediakan kandang yang luas dan nyaman serta selalu menjaga kebersihan hewan dan kandangnya. Jangan lupa periksakan kesehatan hewan peliharaan Anda pada dokter hewan terdekat agar selalu terhindar dari penyakit. [AD]