Pentingnya Vaksinasi pada Hewan Kesayangan

Hewan kesayangan atau pet animal bukanlah hanya sekedar hobi, itulah yang dilontarkan oleh Drh. Sri Murwani pada saat pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, Malang pada tanggal 2 April 2016

Pemeliharaan Kucing

Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang lumayan tinggi penggemarnya di Indonesia. Akan tetapi, tidak sedikit dari penggemar kucing tersebut tidak mengetahui dengan benar tata cara dan trik memelihara kucingnya agar menjadi kucing yang sehat dan menggemaskan tentunya.

Jamur pada Hewan Kesayangan

Jamur merupakan salah satu penyebab kerusakan pada kulit hewan kesayangan, terutama hewan kesayangan muda (baby) atau yang memiliki rambut yang panjang atau keriting.

Ular Berbisa dan Penanganannya

Karawang, 4 April 2016 seorang penyanyi dangdut meninggal dunia setelah digigit ular jenis king kobra saat tampil disebuah hajatan di Desa Lemahabang Wadas, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Cara Membersihkan Najis dari Air Liur Anjing

Di agama islam,Air liur anjing itu haram hukumnya karena beberapa hal yang saya kira tidak perlu menyebutkan alasannya disini.Namun bagaimana kalau seandainya muslim yang berprofesi sebagai dokter hewan? Apakah tidak boleh melayani pasien yang bernajis?

Jumat, 29 April 2016

Apa itu Kesejahteraan Hewan?

Dokter-hewan.net – Kekerasan pada hewan sering sekali terjadi di Indonesia, baik yang tidak sengaja sampai kepada perbuatan yang disengaja dan di unggah ke media sosial yang berdampak pada marahnya pecinta hewan di tanah air. Pecinta hewan protes tentang kekejaman manusia yang tidak memperhatikan kesejahteraan hewan. Lantas, apa itu kesejahteraan hewan?

Kesejahteraan Hewan (Animal Welfare) merupakan suatu usaha untuk memberikan kondisi lingkungan yang sesuai bagi satwa sehingga berdampak pada peningkatan sistem psikologi dan fisiologi satwa.  Kegiatan ini merupakan kepedulian manusia untuk meningkatkan kualitas hidup bagi satwa yang terkurung dalam kandang atau terikat tanpa bisa leluasa bergerak.

Salah satu konsep mengenai animal welfare yang banyak dipakai oleh para penyayang binatang adalah konsep dari  World Society for Protection of Animals (WSPA). Konsep animal welfare dari WSPA dikenal dengan nama “Five (5) Freedom“. Ketentuan ini mewajibkan semua hewan yang dipelihara atau hidup bebas di alam memiliki hak-hak/kebebasan berikut:

• Freedom from hunger and thirst (bebas dari rasa lapar dan haus).
• Freedom from discomfort (bebas dari rasa panas dan tidak nyaman).
• Freedom from pain, injury, and disease (bebas dari luka, penyakit dan sakit).
• Freedom from fear and distress (bebas dari rasa takut dan penderitaan).
• Freedom to express normal behavior (bebas mengekspresikan perilaku normal dan alami) (Abrianto, 2009).

Bagaimana jika seseorang melanggar kesejahteraan hewan tersebut? Jawabannya adalah tindakan pidana yang tercantum dalam KUHP Pasal 302, antara lain:
(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan:
     a)Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, dengan sengaja  menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya;
   b)Barang siapa tanpa tujuan yang patut atau dengan melampaui batas yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu, dengan sengaja tidak memberi makanan yang diperlukan untuk hidup kepada hewan, yang seluruhnya atau sebagian menjadi kepunyaannya dan ada di bawah pengawasannya, atau kepada hewan yang wajib dipeliharanya.
(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya, atau mati, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan, atau pidana denda paling banyak tiga ratus rupiah, karena penganiayaan hewan.
(3)   Jika hewan itu milik yang bersalah, maka hewan itu dapat dirampas.
(4)   Percobaan melakukan kejahatan tersebut tidak dipidana.

Akan tetapi kesejahteraan hewan merupakan cerminan suatu bangsa, semakin maju suatu bangsa maka semakin tinggi kesejahteraan hewannya. Karena bangsa maju paham dan mengerti kenapa hewan harus sejahtera walaupun nantinya akan dipotong untuk dimakan dagingnya. Contohnya, daging sapi yang sejahtera akan baik kualitasnya dibandingkan dengan daging sapi yang tidak sejahtera. [HP]

Kamis, 28 April 2016

Bagaimana cara dokter hewan menegakkan diagnosa?


Dokter-hewan.net – Dokter hewan merupakan profesi medis yang agak berbeda dengan profesi medis lainnya, selain karena pasiennya adalah hewan, dokter hewan juga tidak bisa berbicara dengan pasiennya, sehingga harus ditunjang oleh petunjuk-petunjuk lainnya agar diagnosa penyakit yang diderita pasien diketahui dan dapat diobati dengan tepat dan efisien. Adapun urutan-urutan yang dilakukan antara lain: registrasi, anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosa banding dan diagnosa utama serta ditentukan prognosanya. Setelah diagnosa ditegakkan, baru proses terapi dilakukan sampai hewan sembuh. 

a)    Registrasi
Registrasi atau lebih sering disebut signalement merupakan identitas hewan. Baik dari nama, umur, jenis hewan, ras, jenis kelamin, sampai nama pemilik hewan harus ditunjukkan atau ditulis dengan tepat dan jujur. Seorang dokter hewan akan menganalisa kemungkinan atau faktor predisposisi penyakit hewan. Misalnya pada ras tertentu suatu penyakit lebih sering menyerang dibandingkan pada ras lain. Registrasi biasanya dilakukan pada saat hewan datang dan pemilik diminta mengisi data atau menyebutkan data yang dibutuhkan. 

b)    Anamnesa
Anamnesa atau wawancara dari pemilik merupakan tahapan selanjutnya yang dilakukan. Pertanyaan ini biasanya langsung ditanyakan oleh dokter hewan kepada pemilik hewan, dan biasanya pertanyaan ini tidak disadari pemilik hewan. Adapun yang umum ditanyakan adalah kebiasaan hewan, jenis feses, makanannya apa, hewannya main dimana dan lain sebagainya. Pada bagian anamnesa seorang dokter hewan bagaikan seorang detektif yang harus menemukan penyebab sakit pada hewan. Selain itu juga ditanyakan keluhan apa yang hewan rasakan. 

c)    Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik adalah tindakan selanjutnya yang dilakukan oleh dokter hewan. Pemeriksaan fisik dibagi dalam beberapa metode, yaitu inspeksi (dengan penglihatan), palpasi (dipegang), auskultasi (didengar) dan perkusi (dipukul). 

Inspeksi atau dengan melihat dilakukan dokter hewan untuk melihat kondisi fisik hewan, cara berjalan dan tingkah lakunya. Kemudian secara perlahan akan dipegang dan dilihat mukosa mulut dan segala hal yang dibutuhkan. Selanjutnya akan di auskultasi jika dibutuhkan, auskultasi pada umumnya menggunakan stetoskop. Serta dilakukan perkusi jika dibutuhkan, perkusi merupakan teknik pemeriksaan dengan cara dipukul. 

d)    Pemeriksaan Penunjang
Ketika pemeriksaan fisik masih belum menemukan diagnosa spesifik, biasanya dokter hewan akan menanyakan kepada pemilik hewan, apakah bersedia jika dilakukan pemeriksaan penunjang? Pemeriksaan penunjang merupakan pemeriksaan tambahan yang bertujuan untuk meneguhkan diagnosa. Adapun contoh pemeriksaan penunjang adalah pemeriksaan darah, kimia darah, ureum, kreatinin, radiografi, USG dan lain sebagainya. 

e)    Diagnosa Banding
Setelah semua pemeriksaan dilakukan, seorang dokter hewan akan membandingkan suatu penyakit dengan penyakit lainnya yang memiliki gejala yang serupa. Hal ini dianalisa menggunakan kemampuan medisnya, sehingga akhirnya ditemukan diagnosa utama. 

f)    Diagnosa Utama
Diagnosa utama merupakan diagnosa akhir yang terjadi pada hewan. Seorang dokter hewan memiliki alasan khusus sehingga mendapatkan diagnosa utama, dan didukung oleh pemeriksaan pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya. 

g)    Prognosa
Prognosa merupakan ramalan penyakit. Maksud dari ramalan penyakit yaitu perkiraan kesembuhan suatu penyakit ketika diberikan terapi. Adapun jenis prognosa antara lain fausa (kemungkinan sembuh besar), dubius (kemungkinan sembuh 50%) dan infausta (kemungkinan sembuh kecil). 

h)    Terapi
Pengobatan atau terapi merupakan langkah terakhir yang dilakukan seorang dokter hewan jika diagnosa utama sudah didapatkan. 

Pengetahuan medis yang luas dan nalar yang tinggi harus dimiliki seorang dokter hewan agar dapat mendiagnosa penyakit hewan dengan tepat. Namun tidak semua penyakit menunjukkan gejala yang jelas sehingga harus dipelajari lebih lanjut. Keberhasilan pengobatan ditentukan oleh kerjasama dokter hewan dan pemilik hewan. Kerjasama yang dimaksud adalah keterbukaan keduabelah pihak dalam berdiskusi, dan memberikan masukan. Misalnya, pemilik hewan yang selalu melaporkan perkembangan tentang kesehatan hewannya dan sebaliknya dokter hewan yang menjelaskan kemungkinan yang akan terjadi agar tercipta komunikasi dua arah yang hangat dan sejalan. [HP]

Kamis, 07 April 2016

Hernia Umbilical pada Anjing

Dokter-hewan.net - Anjing merupakan hewan kesayangan yang sangat menggemaskan dan sangat setia kepada pemiliknya, sehingga pemilik hewan kesayangan khususnya anjing sangat ingin hewannya selalu sehat dan dalam kondisi terbaik. Salah seorang pemilik anjing kesayangan berkonsultasi dengan dokter-hewan.net melalui media sosial line@, dan kami dari tim dokter-hewan.net menduga sementara anjing klien tersebut menderita penyakit yang disebut hernia umbilical.

Apa itu hernia umbilical?
Hernia umbilical merupakan penonjolan (menggembung) dari lapisan perut, lemak perut atau bagian dari organ perut melalui daerah umbilikus (pusar). Umbilicus pada anjing dan kucing terletak di bagian tengah tepat dibawah tulang rusuk atau dalam istilah medisnya disepanjang garis linea alba dari bagian abdomen. 

Apa penyebab hernia umbilical? 
Umbilical atau pusar berfungsi untuk memberikan nutrisi kepada janin pada saat masih di dalam kandungan. Pusar akan dilewati oleh pembuluh darah dan saraf sebagai penghubung antara induk dan anak. Hernia umbilical disebabkan tidak kuatnya penutupan saluran tersebut sehingga lapisan perut, lemak di perut maupun bagian dalam perut masuk ke saluran tersebut dan menimbulkan penonjolan. Hernia umumnya muncul pada saat anjing berdiri, menggonggong, menangis atau mengejan karena tekanan perut yang berlebihan dan mendesak bagian perut masuk ke dalam bagian tersebut.

Hernia dapat bersifat reduksi dan non reduksi. Reduksi artinya bagian hernia bisa didorong kembali ke perut sementara yang non reduksi tidak bisa didorong kembali bahkan seolah mengalami obstruksi parsial atau adhesi isi hernia ke lapisan yang hernia. 

Hernia umbilikalis dapat bervariasi ukurannya, Untuk hernia yang berukuran kurang dari 1 cm pada usia hewan 3 - 4 bulan pada beberapa kasus dapat menutup sendiri. Akan tetapi bagi hernia yanglebih besar dan umur tua harus dilakukan pembedahan terutama jika organ usus sudah masuk ke laposan yang terbuka tersebut. 

Beberapa sumber menyebutkan, garis keturunan juga dapat memperbesar resiko terkena hernia umbilical, sehingga indukan yang memiliki garis keturunan hernia umbilical agar tidak dikawinkan untuk mencegah terjadinya hernia pada keturunan selanjutnya. 

Apakah hernia umbilical berbahaya? 
Hernia tidak akan menimbulkan ancaman kesehatan berarti, namun pada beberapa kasus yang terjadi, jaringan yang masuk ke lokasi hernia misalnya usus akan terjepit sehingga pembuluh darah terputus dan menyebabkan kematian sel dan jaringan usus. Hal inilah yang membutuhkan pembedahan sesegera mungkin. 

Bagaimana penanganan hernia umbilical?
Hernia umbilical dapat diobati dengan teknik pembedahan, yaitu menjahit kembali bagian-bagian yang longgar pada lokasi terjadinya hernia. Namun juga dianjurkan pembedahan dilakukan sekaligus sterilisasi, agar hewan tidak memiliki keturunan yang beresiko terkena hernia abdominalis. 

Apa prognosis hernia umbilical? 
Prognosis hernia abdominalis sangat baik jika sudah dilakukan koreksi dengan tindakan bedah. Namun beberapa hewan kadang menunjukkan kekambuhan hernia yang dipicu oleh beberapa hal, misalnya tekanan perut yang terlalu kuat. 

Sumber : 
Ernest Ward, DVM [http://www.vcahospitals.com/main/pet-health-information/article/animal-health/hernia-umbilical-in-dogs/731]