Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2016

Rhinitis pada Kucing

Dokter-hewan.net – Hewan karnivora seperti kucing memiliki sistem pernapasan tipe costalis, karena saat kucing melakukan respirasi yang lebih dominan untuk bergerak adalah dinding thoraxnya. Kelainan pada sistem respirasi dapat menyebabkan berbagai hal, seperti batuk, bersin, sesak nafas, kekurangan oksigen, kelumpuhan bahkan kematian. Infeksi saluran pernapasan yang umum terjadi pada kucing adalah Rhinitis.

Rhinitis dapat disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Pada umumnya, virus yang dapat menyerang kucing adalah golongan herpesvirus yang meliputi Feline Viral Rhinotracheitis (FVR). Rhinitis kronis umumnya disebabkan oleh adanya infeksi sekunder dari bakteri yang menyebabkan adanya discharge mukopurulent yang keluar dari sinus – sinus hidung. Penyebab lainnya juga disebabkan oleh adanya penyakit radang kronis (Rhinitis lymphoplasmacytic), trauma, parasit (Cuterebra), benda asing, neoplasia, atau infeksi jamur.

Rhinitis dapat ditularkan dari kucing ke kucing yang lain melalui kontak…

Feline Infectious Peritonitis

Dokter-hewan.net – Feline Infectious Peritonitis (FIP) merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh Feline Coronavirus (FCoV) dan termasuk mudah bermutasi. Ada dua tipe FCoV, yakni Feline Enteric Coronavirus (FECV) dan Feline Infectious Peritonitis Virus (FIPV). Kedua tipe virus ini menimbulkan akibat yang berbeda pada kucing yang terinfeksi.

FECV akan menginfeksi bagian sel epitel usus, dan dikeluarkan melalui kotoran, air liur, dan bentuk sekresi yang lain. Virus FECV dapat bertahan lama di lingkungan sekitar ± 6 minggu. Kucing yang terinfeksi FECV biasanya tetap terlihat sehat dan tidak menunjukkan gejala sakit apapun. Namun, dalam beberapa kasus, kucing yang terinfeksi FECV pada akhirnya akan mengalami infeksi FIPV. Hal ini dikarenakan FECV dapat bermutasi menjadi FIPV. Sedangkan FIPV yang merupakan hasil mutasi tidak akan bermutasi lagi.

FIPV biasanya menginfeksi monosit dan makrofag serta tidak bertahan lama pada sistem pencernaan sehingga jarang ditemukan pada kot…

#Andaperlutahu - Kenapa Coklat Tidak Boleh Diberikan Kepada Anjing ?

Dokter-hewan.net – Coklat merupakan makanan favorit bagi kebanyakan orang, selain karena rasanya enak, coklat juga dapat membuat rileks dan memperbaiki mood menjadi lebih baik. Akan tetapi, coklat dapat menjadi racun bagi hewan kesayangan khususnya bagi anjing dan kucing. Keracunan coklat pada anjing dan kucing akan berdampak serius bahkan dapat menyebabkan kematian.

Coklat mengandung racun atau toksik bagi anjing. Racun tersebut adalah kafein dan theobromine. Kafein dan theobromine akan menyebabkan sakit pada anjing. Kafein dan theobromine akan menyebabkan pelepasan beberapa substansi pada tubuh anjing yang akan menyebabkan naiknya detak jantung anjing dan menyebabkan terjadinya aritmia (gangguan ritme jantung). Gejala lain yang akan muncul adalah urinasi meningkat, muntah, dan diare. Gejala – gejala ini nantinya akan mengarah ke arah yang lebih serius yaitu hipertermia (suhu panas), otot tremor, seizure, koma bahkan kematian.

Jika anjing tidak sengaja memakan coklat dan tidak lebih la…

Leptospirosis pada Anjing

Dokter-hewan.net – Leptospirosis merupakan salah satu penyakit menular dan zoonosis (menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya). Penyebab penyakit ini adalah bakteri Leptospira interrogans. Leptospira sp dapat bertahan hidup pada lingkungan yang lembab dan hangat, musim penghujan, dataran rendah, daerah tropis dan subtropis. Leptospirosis rentan menyerang anjing yang memiliki aktifitas di luar lingkungan rumah, termasuk anjing pemburu.

Leptospirosis pada anjing disebabkan oleh infeksi dari berbagai serovar Leptospirosis interrogans antara lain L. australis, L. autumnalis, L. ballum, L. batislava, L. bataviae, L. canicola, L. grippotyphosa, L. hardjo, L. icterohaemorrhagica, L. Pomona, dan L. tarassovi. Sedangkan, leptospirosis pada kucing dapat disebabkan oleh serovar L. Bratislava, L. canicola, L. grippotyphosa, dan L. Pomona. Serovar yang sering digunakan dalam vaksin leptospira adalah L. canicola dan L. icterohaemorrhagica.

Penularan leptospirosis ke hewan lainnya dapat melalui …

Bonding dengan Sugar Glider

Sugar Glider si Hewan Peliharaan Lucu

Dokter-hewan.net – Sugar glider (SG) atau Petaurus breviceps merupakan salah satu jenis tupai pohon dengan ukuran badan yang relatif kecil. Ukuran tubuhnya sekitar 24-30 cm dengan berat tubuh sekitar 4-6 ons. Karena memiliki ukuran yang kecil, hewan lucu ini sering dijuluki sebagai hewan peliharaan dalam saku. Sugar glider mempunyai jari-jari kaki yang besar pada kaki belakang yang berfungsi untuk membantu berpegangan lebih kuat pada cabang pohon. Dan yang uniknya lagi, di antara pergelangan tangan dan kaki SG, ditutupi dengan bulu atau membran yang disebut Patagium. Jadi, saat hewan ini membentangkan tangan dan kakinya, patagium ini akan tampak seperti sayap yang membuat SG bisa terbang di udara.

Sugar glider sudah dapat dikatakan umur dewasa dan siap kawin pada saat jantan berumur 2 tahun dan betina pada umur 7-15 bulan. Kemudian betina akan bunting selama 14-16 hari hingga akhirnya melahirkan 1-3 ekor anak.

Sugar glider merupakan hewan nocturnal omnivore atau aktif mencari makan pada…

Feline Immunodeficiency Virus : AIDS pada Kucing

Dokter-hewan.net – Dalam dunia manusia, salah satu virus yang paling ditakuti adalah HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang dapat menyebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh sehingga menimbulkan penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Dan ternyata, penyakit ini juga dapat terjadi pada kucing yang disebabkan oleh virus Feline Immunodeficiency Virus (FIV). Namun, Anda tidak perlu khawatir karena manusia tidak dapat tertular HIV dari kucing, dan sebaliknya, kucing pun tidak dapat tertular HIV yang berasal dari manusia.

Kucing yang terinfeksi FIV dapat hidup bertahun-tahun, hanya saja perlahan-lahan kekebalan tubuhnya akan melemah dan akhirnya mati karena berbagai penyakit yang dapat dideritanya. Perkembengan penyakit ini terdapat di seluruh dunia dan sekitar 1,5 – 3 % kucing di USA dapat terinfeksi. Sekitar 5% kucing yang positif terkena FIV juga dapat terinfeksi penyakit Feline Leukemia Virus (FeLV).

Kucing yang berada di luar lingkungan rumah mempunyai resiko yang lebih ti…

Feline Calicivirus

Dokter-hewan.net – Feline calicivirus merupakan penyakit pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus Feline Rhinotracheitis dan bakteri Chlamydia. Calicivirus dan Rhinotracheitis  menyebabkan sekitar 85 – 90 % dari seluruh penyakit pernapasan pada kucing. Calicivirus tersebar di seluruh dunia dan dapat menyerang semua ras kucing. Calicivirus mempunyai beberapa strain dimana strain tertentu dapat menyebabkan gejala yang berbeda-beda.

Penyebaran virus penyebab penyakit ini dapat melalui air liur (salivasi), cairan yang keluar dari hidung dan mata, serta kotoran kucing yang terinfeksi. Virus ini dapat bertahan terhadap berbagai desinfektan dan bertahan di luar tubuh kucing hingga 8-10 hari. Virus ini menyerang kucing muda (kitten) dan rumah/tempat dengan populasi kucing yang cukup banyak. Wabah biasanya terjadi pada kandang atau populasi yang padat, ventilasi dan sirkulasi udara yang tidak baik, kandang yang tidak bersih, suhu lingkungan yang ekstrim, dan juga pemenuhan nutrisi yan…

Rambut Rontok pada Kucing

Dokter-hewan.net - Kerontokan rambut kucing pada waktu musim dingin merupakan salah satu hal yang wajar. Namun, perlu diperhatikan jika bulu kucing mengalami kerontokan yang sangat banyak bahkan menjadi botak (alopecia) di beberapa bagian tubuhnya. Apabila kebiasaan kucing untuk melakukan self grooming dapat menyebabkan rambut rontok, luka dan infeksi, ini merupakan peringatan bagi Anda sebagai pemilik kucing di rumah. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kerontokan rambut pada kucing, antara lain:

1.Keadaan normal Pada umumnya, kucing mengalami kerontokan rambut setidaknya sekali setahun yang kemudian diikuti dengan pertumbuhan rambut baru. Kerontokan juga terjadi pada kucing betina secara periodik sesuai dengan siklus reproduksi kucing. 2.Alergi Alergi pada kucing dapat disebabkan oleh beberap hal seperti makanan, obat-obatan, gigitan parasit, bahkan rumput atau tanaman liar lainnya. Alergi terjadi karena sekresi histamin yang berlebih. Oleh karena itu, hal ini dapat diatasi dengan p…