Skip to main content

Rambut Rontok pada Kucing

Dokter-hewan.net - Kerontokan rambut kucing pada waktu musim dingin merupakan salah satu hal yang wajar. Namun, perlu diperhatikan jika bulu kucing mengalami kerontokan yang sangat banyak bahkan menjadi botak (alopecia) di beberapa bagian tubuhnya. Apabila kebiasaan kucing untuk melakukan self grooming dapat menyebabkan rambut rontok, luka dan infeksi, ini merupakan peringatan bagi Anda sebagai pemilik kucing di rumah. Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kerontokan rambut pada kucing, antara lain:


1.      Keadaan normal
Pada umumnya, kucing mengalami kerontokan rambut setidaknya sekali setahun yang kemudian diikuti dengan pertumbuhan rambut baru. Kerontokan juga terjadi pada kucing betina secara periodik sesuai dengan siklus reproduksi kucing.
2.      Alergi
Alergi pada kucing dapat disebabkan oleh beberap hal seperti makanan, obat-obatan, gigitan parasit, bahkan rumput atau tanaman liar lainnya. Alergi terjadi karena sekresi histamin yang berlebih. Oleh karena itu, hal ini dapat diatasi dengan pemberian antihistamin dan menghindari penyebab dari alergi tersebut.
3.      Ektoparasit
Gigitan ektoparasit seperti kutu dan pinjal dapat menimbulkan kemerahan, bengkak dan radang disekitar gigitan. Apabila jumlahnya banyak, reaksi alergi dan radang pada kulit akan semakin meningkat. Hal ini mengakibatkan resiko kerontokan rambut pada kucing akan semakin tinggi. Sedangkan, ektoparasit lain seperti tungau dapat menghisap cairan tubuh yang terdapat di kulit sehingga menyebabkan kulit mati dan kering akibat kekurangan cairan dan nutrisi. Hal ini juga dapat menyebabkan reaksi alergi dan mulculnya radang sehingga dapat memperparah kerusakan kulit dan rambut.
4.      Jamur
Indonesia merupakan daerah beriklim tropis dengan kelembaban yang tinggi dan merupakan daerah yang cocok untuk tumbuhnya berbagai jenis jamur. Kucing yang memiliki bulu tebal dan panjang juga merupakan peluang besar sebagai tempat tumbuhnya jamur. Ringworm adalah salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur. Selain menyerang kucing dan anjing, penyakit ini juga dapat menyerang manusia dan menyebabkan gatal-gatal hingga kemerahan pada kulit.
5.      Kekurangan nutrisi
Anak kucing membutuhkan makanan dengan kandungan protein minimal 30%, sedangkan kucing dewasa 25-30%. Selain itu, kucing juga memerlukan vitamin dan nutrisi agar tubuh dan keadaan kulit serta rambutnya tetap optimal. Oleh karena itu, Anda sebagai pemilik kucing harus pintar dalam memilih dan mengkombinasi pakan untuk kucing Anda. Jika ingin menjaga perkembangan bulu kucing agar tidak selalu rontok, berilah pakan yang mengandung vitamin A dan E.
6.      Shampoo
Shampo yang tidak cocok dengan kucing Anda biasanya akan menimbulkan kerontokan pada bulu kucing. Anda harus memperhatikan dari segi kandungan dan derajat keasaman (pH) nya. Beberapa shampoo yang menimbulkan banyak busa biasanya akan mengiritasi kulit dan menyebabkan kerontokan. Frekuensi mandi yang terlalu sering juga dapat mempengaruhi kelembaban kulit. Kelembaban yang berlebihan dapat menjadi tempat yang sesuai bagi tumbuhnya jamur. Pembilasan dan pengeringan yang sempurna setelah selesai memandikan kucing juga dapat mempengaruhi keadaan kulit dan rambut kucing. Jadi, Anda harus memastikan untuk sudah membilasnya dengan bersih dan mengeringkan rambut kucing dengan sempurna.

Lalu, setelah Anda mengetahui beberapa penyebab kerontokan rambut pada kucing Anda, apa yang harus Anda lakukan?
  • Anda harus menjaga pakan kucing dengan memberinya pakan dengan gizi yang baik
  • Anda harus menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar kucing bermain 
  • Anda harus mengajak kucing anda bermain karena stress juga dapat menjadi pemicu kerontokan rambut pada kucing 
  • Sempatkan waktu untuk menyisisr rambut kucing Anda agar rambut/bulu kucing tidak kusut dan bisa menjadi gumpalan rambut (hairball) yang nantinya akan memperparah kerontokan dan mungkin bisa termakan oleh kucing Anda.
Nah, hal yang paling penting adalah periksakan penyebab kerontokan rambut pada kucing Anda dengan membawanya ke dokter hewan. Dokter hewan akan memerikan saran terbaik untuk perawatan kucing Anda selanjutnya. [AD]


Comments

Popular posts from this blog

Lowongan Kerja : Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Penempatan Tangerang Selatan

Dokter-hewan.net - Drh. Vizta mencari dokter hewan praktisi hewan kecil dengan persyaratan sebagai berikut.

Persyaratan :

Pria/WanitaFresh graduate/berpengalamanBerfokus di bidang praktisi hewan kecilMempunyai semangat belajar yang tinggiMampu bekerja sendiri maupun timMampu bekerja di bawah tekanan Lokasi : Tangerang Selatan (Ciputat dan Bintaro)
Silahkan kirimkan :  Surat LamaranCVFotoKTPIjazah SKH dan DrhTranskrip SKH dan Drh ke email : novizta.au@yahoo.com
Informasi lebih lanjut : 085702518587 (drh. vizta)


Seberapa Banyak Saya Harus Memberikan Makan ke Anak Kucing?

Dokter-hewan.net - Anak kucing memang sangat menggemaskan. Matanya besar, tingkahnya yang lucu dan seringkali menimbulkan decak 'awww' kepada setiap orang yang melihatnya. Tidak peduli itu kucing miliknya sendiri, milik temannya, bahkan kucing jalanan sekalipun. Semua orang menyukai anak kucing.

Pertumbuhan anak kucing sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang diterimanya. Makanan pada anak kucing mungkin terlihat simpel, namun jika dilaksanakan tidak sesimpel yang kamu bayangkan. Berikut adalah aturan yang ideal saat memberikan makanan kepada anak kucing atau kitten.

Usia 0 - 4 minggu
Usia ini adalah usia yang paling rentan, anak kucing sangat lemah dan ringkis. Sedikit kesalahan saja dapat mengancam nyawa si anak bulumu. Hal yang paling sering saya temukan adalah pemilik hewan yang terlalu dini memberikan makanan padat kepada anak kucing, harusnya mereka hanya meminum susu saja, namun dipaksa untuk memakan-makanan untuk kucing di atas 4 minggu.

Idealnya, kucing usia 0 - 4 minggu …

Seminar & Workshop : Acupuncture: Enhancing Equine Medicine with Alternative Therapy

Dokter-hewan.net - Klub Kuda Universitas Airlangga memperpanjang pendaftaran program edukasinya, adapun pengumumannya sebagai berikut :

PENDAFTARAN DIPERPANJANG
[EDUCATION PROGRAM 2019]
Airlangga Equine Club proudly present National Seminar and Workshop "Acupuncture: Enhancing Equine Medicine with Alternative Therapy"
Dengan narasumber ahli di bidangnya: 1. Prof. Dr. R. Tatang Santanu A., drh., Ms., TOT AKP sebagai Guru Besar Universitas Airlangga dan TOT Master Akupuntur. 2. Drh. Silfiana Ganda Kesuma Ketua ONT Asosiasi Akupuntur dan Terapi Integratif Indonesia (AKTIVI). 3. Drh. Dina D. Guntaran, CVA.,  Certified Veterinary Acupuncturist (CVA)
Akan diselenggarakan di:  Aula Kahuripan Lt. 3, Gedung Rektorat, Universitas Airlangga pada 19 Oktober 2019.  Trotter Equistarian Center Surabaya Riding School pada 20 Oktober 2019.
Benefits : ⚡Sertifikat ber-skp ⚡Seminar kit ⚡Snack ⚡Lunch
Ilmu yang akan diperoleh: 🧠 Penggunaan terapi akupuntur di dunia medis modern 🧠 Mencoba langsung…