Skip to main content

Sugar Glider si Hewan Peliharaan Lucu

Dokter-hewan.net – Sugar glider (SG) atau Petaurus breviceps merupakan salah satu jenis tupai pohon dengan ukuran badan yang relatif kecil. Ukuran tubuhnya sekitar 24-30 cm dengan berat tubuh sekitar 4-6 ons. Karena memiliki ukuran yang kecil, hewan lucu ini sering dijuluki sebagai hewan peliharaan dalam saku. Sugar glider mempunyai jari-jari kaki yang besar pada kaki belakang yang berfungsi untuk membantu berpegangan lebih kuat pada cabang pohon. Dan yang uniknya lagi, di antara pergelangan tangan dan kaki SG, ditutupi dengan bulu atau membran yang disebut Patagium. Jadi, saat hewan ini membentangkan tangan dan kakinya, patagium ini akan tampak seperti sayap yang membuat SG bisa terbang di udara.

Sugar glider sudah dapat dikatakan umur dewasa dan siap kawin pada saat jantan berumur 2 tahun dan betina pada umur 7-15 bulan. Kemudian betina akan bunting selama 14-16 hari hingga akhirnya melahirkan 1-3 ekor anak.

Sugar glider merupakan hewan nocturnal omnivore atau aktif mencari makan pada malam hari. Pada habitat aslinya, SG terbiasa memakan serangga kecil seperti jangkrik dan ulat kecil, serta getah manis dari pohon akasia dan eucalyptus. Akan tetapi, perlu diingat bahwa SG termasuk hewan yang mempunyai mood tertentu dalam memilih makanannya. Jadi, disarankan untuk memberinya variasi makanan di setiap harinya. Buah-buahan yang dianjurkan seperti pear, apel, pisang, pepaya, dan anggur. Sedangkan, untuk memenuhi kebutuhan proteinnya, Anda dapat memberikan telur, keju, atau pet food (dengan protein dan kalsium tinggi serta memiliki kandungan magnesium yang rendah dan tidak lebih dari 0,01% karena dikhawatirkan akan merusak ginjalnya). Selain makanan, SG juga membutuhkan air minum. Disarankan agar selalu memberikan air yang sudah matang sebagai minumannya.

Dalam memelihara sugar glider, Anda juga harus menyediakan kandang yang sesuai dengannya. Sugar glider adalah hewan aboreal yang sangat aktif. Semakin luas kandang, maka semakin besar peluang SG untuk bergerak. Letakkan kandang di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Sebagai hewan yang aktif, SG memerlukan benda-benda yang dapat ia mainkan untuk memenuhi kebutuhan psikologis dalam kandang. Berikan pula tempat tidur atau alas tidur, dan pastikan Anda mencucinya secara teratur. Jangan khawatir ketika SG menggigit dan mengunyah cabang pohon atau benda-benda yang ada di dalam kandang. Hal ini merupakan salah satu cara untuk SG bermain dan membersihkan giginya.

Salah satu keunikan dari SG adalah ia termasuk hewan yang dapat jinak dan lengket dengan pemiliknya. Ketika awal Anda membeli SG, hewan ini akan tampak stres karena perubahan lingkungan. Pada situasi seperti ini, Anda harus bersabar dalam melatih dan merawatnya. Biarkan SG berada dalam kandang selama 1-2 hari tanpa diganggu oleh Anda. Sama halnya dengan anjing dan kucing, Anda harus membiasakan untuk mengajak berbicara SG hingga ia mengenal suara Anda. Letakkan salah satu baju bekas Anda dalam kandang agar ia juga mengenal aroma tubuh Anda. Secara perlahan, berilah ia makanan dengan tangan Anda setiap harinya. Anda harus senantiasa meyakinkan hewan peliharaan Anda bahwa manusia bukanlah ancaman baginya.

Namun, perlu Anda ketahui bahwa ada hal yang paling tidak menyenangkan dalam memelihara hewan kesayangan di rumah, yakni kotoran atau pup nya. Sama halnya dengan sugar glider, kotorannya tidak akan berbau atau menimbulkan aroma yang sangat menyengat jika Anda memberikan variasi makanan yang cocok dan seimbang. Jika Anda memberikan pakan dengan kadar protein yang terlalu tinggi, maka tentu saja akan semakin menimbulkan aroma yang menyengat. Namun, yang harus Anda ingat adalah tetap sediakan kandang yang luas dan nyaman serta selalu menjaga kebersihan hewan dan kandangnya. Jangan lupa periksakan kesehatan hewan peliharaan Anda pada dokter hewan terdekat agar selalu terhindar dari penyakit. [AD]

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Fakta Unik Seputar Elang

Dokter-hewan.net – Siapa yang tak kenal dengan burung elang? Ya, Elang adalah salah satu burung yang dikenal sebagai predator penguasa udara. Burung elang dikategorikan sebagai unggas yang berdarah panas. Elang mempunyai bentuk tubuh dan warna sayap yang indah. Berikut fakta unik lainnya seputar Burung Elang (Eagle). Yuk disimak!  Burung elang dikenal sebagai burung yang memiliki penglihatan yang sangat tajam. Burung ini mampu melihat mangsanya dari jarak yang sangat jauh. Elang mampu melihat mangsanya sejauh 100 kaki di udara. Penglihatannya 8 kali lebih tajam dari penglihatan manusia normal.     Elang mempunyai kecepatan terbang hingga 300 km/jam terutama saat memburu mangsanya. Saat musim migrasi tiba, Elang mampu berpindah tempat ke berbagai belahan dunia.     Burung elang akan membuat sarang pada ranting pohon sebagai tempat tinggal dan tempat si betina bertelur. Namun, adapula jenis Elang yang membuat sarang di tanah. Burung elang tinggal di pepohonan dan berkembang bi

Cara Membedakan Kura-kura Jantan dan Betina

Dokter-hewan.net – Sebelum Anda memelihara dan merawat kura-kura, pastilah Anda bertanya-tanya tentang apakah kura-kura yang Anda miliki berjenis kelamin jantan atau betina. Pada dasarnya, ada beberapa bagian tubuh kura-kura yang bisa Anda perhatikan untuk membedakan jenis kelamin kura-kura tersebut, antara lain: 1.    Plastron Plastron merupakan cangkang kura-kura yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Pada kura-kura jantan, plastronnya memiliki bentuk yang cekung ke dalam. Cekungan tersebut biasanya membantu kura-kura jantan saat akan memulai proses kawin. Sedangkan pada kura-kura betina, memiliki bentuk plastron yang rata. Hal ini tentu saja dapat memudahkan kura-kura betina saat akan menggali lubang untuk meletakkan telur-telurnya. Perbedaan pada plastron ini hanya dapat dilihat ketika kura-kura sudah dewasa dan matang kelaminnya, karena jika masih berukuran kecil atau belum dewasa, perbedaan plastron ini sangat kurang efektif dan kurang akurat. 2.    Kuku kaki Bentuk kuku kaki pa