Skip to main content

Beda Racun dan Obat Jika Dilihat dari Prinsip Cara Kerjanya

Bagaikan bumerang yang bisa berbalik arah,jika kita bisa menangkapnya akan selamat kalau tidak maka terimalah serangan dari bumerang tersebut.Semakin kuat melempar semakin kuat juga berbaliknya.Begitu juga antara Obat dan Racun.
Jika dilihat dari kandungannya,Obat dan Racun sama saja.Bukankah ada obat yang di ambil dari bisa ular ataupun bisa yang lainnya untuk dijadikan obat? Benar bukan?
Kesimpulan pertama yang dapat kita ambil dari sini adalah obat dan racun sama saja akan tetapi tergantung dosis yang kita pakai
Berdasarkan kalimat di atas kita dapat mengambil kesimpulan kalau seandainya suatu yang berlebihan itu efeknya tidak baik,jika kita minum racun pasti efeknya tidak baik begitu pula kalau seandainya minum obat dengan dosis yang berlebihan maka tidak akan mendapatkan kesehatan melainkan kuburan sudah menunggu.

Kemudian,pasti saudara-saudara bertanya,apa beda cara kerja antara racun dan obat?
Beda cara kerjanya hanya pada respon sel,sebagaimana yang kita ketahui racun dapat beraibat fatal bagi kita karena racun bisa membuat kestabilan sel (hemoistasis) bisa ambruk dan membuat sel bisa pecah dan bisa saja berakibat kematian,begitupun kalau obat yang dikosumsi dengan cara yang berlebihan.
Sedangkan cara kerja obat yang diminum dengan dosis yang tepat akan membantu sel dalam mencapai kestabilan dan diharapkan hal itu bisa menimbulkan kesembuhan.
Obat dan racun bedanya menstabilkan atau merusak kestabilan suatu sel.Jika merusak disebut racun jikalau tidak merusak/membantu sel untuk mencapai kestabilan itulah yang disebut obat
Bagaimana? Bacalah aturan pakai sebelum meminum obat...

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Tumor pada Hamster

Dokter-hewan.net – Pertumbuhan abnormal pada sel atau jaringan maupun organ tubuh disebut tumor. Tumor memiliki dua tipe, yaitu benigna dan maligna. Tumor benigna merupakan tumor yang tidak ganas dan tidak bisa menyebar yang pada umumnya menyerang hamster. Sedangkan, tumor maligna (kanker) merupakan tumor ganas yang umumnya menyerang glandula yang memproduksi hormon atau sistem pencernaan hewan dan memiliki kemampuan untuk menyebar ke daerah sekitarnya. Hanya 4% hamster yang mampu bertahan melawan tumor maligna. Tumor benigna pada hamster umumnya terjadi di kelenjar adrenal, dekat dengan organ ginjal. Lymphoma (tumor di kelenjar limpa) umumnya menyerang hamster tua dan umumnya ditemukan di seluruh sistem limpatik seperti timus, lien, hati dan limpnode. Selain itu, salah satu tipe dari lympoma dari Sel T juga akan memberikan efek terhadap kulit pada hamster dewasa. Tumor lain mampu tumbuh dan berkembang pada rahim, usus, otak, kulit, folikel rambut, lemak bahkan mata. Pengobatan

Waspada Luka Berbelatung pada Hewan Kesayangan

Dokter-hewan.net  - Luka yang terinfeksi belatung atau sering kita sebut dengan myasis merupakan kejadian yang cukup tinggi terjadi pada hewan kesayangan, terutama anjing. Kejadian myasis yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan kematian pada hewan akibat shock, intoksikasi ataupun infeksi sekunder. Myasis adalah kerusakan pada otot yang disebabkan oleh belatung. Belatung yang bentuknya seperti ulat ini berasal dari telur-telur lalat yang menetas, kemudian menggerogoti jaringan otot yang ada. Hal ini dapat berawal dari luka yang kecil yang tidak diketahui owner terutama pada hewan berambut panjang. Dengan perlahan, belatung akang menggerogoti jaringan otot di bawah kulit membentuk terowongan. Kondisi luka pada permukaan kulit ini akan mengundang lalat untuk bertelur sehingga belatung akan semakin banyak menempati luka hingga membusuk. Sampai kondisi seperti ini pun terkadang owner belum mengetahui betul apa yang terjadi pada hewan