Skip to main content

Sapi Gila


Penyakit sapi gila pertama kali ditemukan di Inggris pada tahun 1985. Pada saat ini penyakit tersebut menyerang seekor sapi dengan gejala klinis kupingnya bergetar, hipersalivasi (air liur keluar secara terus menerus), jalan terkulai dan akhirnya mati.

Sinonim
mad cow, Bovine Spongiform Encephalopathy(BSE)

Etiologi
Penyakit sapi gila (Bovine Spongiform encephalopathy/BSE) adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh Prion (Proteinaceuous infectious particles) yaitu suatu protein tanpa asam nukleat yang infektif. Prion ini tahan terhadap panas, formalin 1% juga b-propiolaction dengan konsentrasi 1 %.
Penyakit sapi gila ini bersifat zoonosis sehingga dapat menyerang manusia yang dikenal dengan Subacute Spongiform Encephalopathy (SSE)

Hewan mudah terinfeksi
Ruminansia sapi, kerbau, babi, kambing dan domba. Pada sapi kejadian ini sering timbul ketika hewan tersebut berumur tiga sampai lima tahun

Cara penularan
Penyakit sapi gila dapat ditularkan sebagian besar karena pemberian pakan ternak dari daging atau tulang yang telah terinfeksi oleh penyakit sapi gila melalui pakan, juga dapat melalui peralatan kandang, kendaraan pengangkut maupun alat penggiling makanan. Selain itu penyebaran penyakit ini juga dapat ditularkan dari induk yang bunting kepada anaknya.

Gejala klinis
•    Depresi
•    penurunan produksi susu
•    Ambruk
•    ataxia
•    inkoordinasi
•    Tremor atau kejang-kejang
•    keluar air liur yang terus menerus

Diagnosis
•    Dari gejala klinis yang nampak
•    Pembuatan preparat histopatologis akan nampak gejala seperti lesi vakuolisasi pada sel otak dan terdapat sel intrasitoplasmik vakuolisasi

Pencegahan
pengawasan ketat import daging, bahan makanan dan pakan ternak dan juga pelarangan impor dari negara yang telah terdapat kasus BSEnya

Comments

Popular posts from this blog

Lowongan Kerja : Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Penempatan Tangerang Selatan

Dokter-hewan.net - Drh. Vizta mencari dokter hewan praktisi hewan kecil dengan persyaratan sebagai berikut.

Persyaratan :

Pria/WanitaFresh graduate/berpengalamanBerfokus di bidang praktisi hewan kecilMempunyai semangat belajar yang tinggiMampu bekerja sendiri maupun timMampu bekerja di bawah tekanan Lokasi : Tangerang Selatan (Ciputat dan Bintaro)
Silahkan kirimkan :  Surat LamaranCVFotoKTPIjazah SKH dan DrhTranskrip SKH dan Drh ke email : novizta.au@yahoo.com
Informasi lebih lanjut : 085702518587 (drh. vizta)


Seberapa Banyak Saya Harus Memberikan Makan ke Anak Kucing?

Dokter-hewan.net - Anak kucing memang sangat menggemaskan. Matanya besar, tingkahnya yang lucu dan seringkali menimbulkan decak 'awww' kepada setiap orang yang melihatnya. Tidak peduli itu kucing miliknya sendiri, milik temannya, bahkan kucing jalanan sekalipun. Semua orang menyukai anak kucing.

Pertumbuhan anak kucing sangat dipengaruhi oleh nutrisi yang diterimanya. Makanan pada anak kucing mungkin terlihat simpel, namun jika dilaksanakan tidak sesimpel yang kamu bayangkan. Berikut adalah aturan yang ideal saat memberikan makanan kepada anak kucing atau kitten.

Usia 0 - 4 minggu
Usia ini adalah usia yang paling rentan, anak kucing sangat lemah dan ringkis. Sedikit kesalahan saja dapat mengancam nyawa si anak bulumu. Hal yang paling sering saya temukan adalah pemilik hewan yang terlalu dini memberikan makanan padat kepada anak kucing, harusnya mereka hanya meminum susu saja, namun dipaksa untuk memakan-makanan untuk kucing di atas 4 minggu.

Idealnya, kucing usia 0 - 4 minggu …

Seminar & Workshop : Acupuncture: Enhancing Equine Medicine with Alternative Therapy

Dokter-hewan.net - Klub Kuda Universitas Airlangga memperpanjang pendaftaran program edukasinya, adapun pengumumannya sebagai berikut :

PENDAFTARAN DIPERPANJANG
[EDUCATION PROGRAM 2019]
Airlangga Equine Club proudly present National Seminar and Workshop "Acupuncture: Enhancing Equine Medicine with Alternative Therapy"
Dengan narasumber ahli di bidangnya: 1. Prof. Dr. R. Tatang Santanu A., drh., Ms., TOT AKP sebagai Guru Besar Universitas Airlangga dan TOT Master Akupuntur. 2. Drh. Silfiana Ganda Kesuma Ketua ONT Asosiasi Akupuntur dan Terapi Integratif Indonesia (AKTIVI). 3. Drh. Dina D. Guntaran, CVA.,  Certified Veterinary Acupuncturist (CVA)
Akan diselenggarakan di:  Aula Kahuripan Lt. 3, Gedung Rektorat, Universitas Airlangga pada 19 Oktober 2019.  Trotter Equistarian Center Surabaya Riding School pada 20 Oktober 2019.
Benefits : ⚡Sertifikat ber-skp ⚡Seminar kit ⚡Snack ⚡Lunch
Ilmu yang akan diperoleh: 🧠 Penggunaan terapi akupuntur di dunia medis modern 🧠 Mencoba langsung…