Skip to main content

Aplikasi WhatsApp sebagai Animal Translator

Dokter-hewan.net - Percayakah Anda bahwa kini kita bisa memahami bahasa anjing?
Anjing adalah salah satu hewan yang banyak dijadikan peliharaan oleh manusia. Hal ini membuat pemilik mau tak mau harus mengerti dengan apa yang terjadi pada hewannya. Apakah dia sedang bahagia, sedih, takut, ataupun dia menginginkan hal lain.

Salah satu toko hewan peliharaan di Inggris telah mengembangkan alat komunikasi khusus dengan anjing berupa gadget berbentuk kalung. Kalung ini dapat menerjemahkan gonggongan anjing ke dalam bahasa manusia.

“Kalung ini terkoneksi ke ponsel dan akan mengirimkan pesan setiap kali anjing bersuara”, ungkap pemilik toko hewan tersebut.

Aplikasi bernama Whats Yapp yang disinyalir adalah nama lain dari aplikasi WhatsApp untuk anjing ini, akan terkoneksikan dengan gadget kalung yang dipakai pada anjing. Aplikasi ini nantinya akan menampilkan perkataan anjing seperti pesan yang tampak ketika kita membaca pesan di WhatsApp. Selain itu, kalung ini juga dilengkapi dengan microphone built-in yang dapat berfungsi untuk merekam dan meneruskan suara anjing ke Whats Yapp, serta fitur lain seperti GPS dan sensor yang dapat digunakan untuk melacak keberadaan si anjing.

Jadi, semakin mudah bukan untuk memahami apa mau si anjing? Walau alat ini belum diperjualbelikan, semoga saja dunia akan semakin peduli tentang perkembangan gadget yang tidak hanya dapat berguna untuk kehidupan manusia semata, namun juga berguna untuk media komunikasi dengan hewan kesayangan.

Source: 

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Waspada Luka Berbelatung pada Hewan Kesayangan

Dokter-hewan.net  - Luka yang terinfeksi belatung atau sering kita sebut dengan myasis merupakan kejadian yang cukup tinggi terjadi pada hewan kesayangan, terutama anjing. Kejadian myasis yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan kematian pada hewan akibat shock, intoksikasi ataupun infeksi sekunder. Myasis adalah kerusakan pada otot yang disebabkan oleh belatung. Belatung yang bentuknya seperti ulat ini berasal dari telur-telur lalat yang menetas, kemudian menggerogoti jaringan otot yang ada. Hal ini dapat berawal dari luka yang kecil yang tidak diketahui owner terutama pada hewan berambut panjang. Dengan perlahan, belatung akang menggerogoti jaringan otot di bawah kulit membentuk terowongan. Kondisi luka pada permukaan kulit ini akan mengundang lalat untuk bertelur sehingga belatung akan semakin banyak menempati luka hingga membusuk. Sampai kondisi seperti ini pun terkadang owner belum mengetahui betul apa yang terjadi pada hewan

Apa yang harus dilakukan agar kucing tidak kencing berdarah lagi?

Dokter-hewan.net – Kencing berdarah, sulit kencing dan kencing batu adalah penyakit yang paling umum ditemukan di klinik hewan. Penyakit ini umumnya muncul kepada hewan-hewan yang terlalu disayang dan dimanja oleh pemiliknya, sehingga terkadang dokter hewan menyebutnya penyakit kucing manja, karena diderita oleh kucing-kucing yang terlalu dimanja oleh pemiliknya, alias tidak mengatur dietnya dengan baik dan benar. Penyakit yang dikenal dengan nama Feline Urinary Syndrom (FUS) ini memang memiliki banyak sekali kemungkinan penyebabnya, salah satunya adalah faktor manajemen makanan yang sangat tidak sehat, misalnya memberikan makan setiap kucing meminta, kucing kurang beraktifitas dan memberikan makanan dengan kualitas yang sangat jelek alias asal kucing suka. Terkadang, pemilik hewan juga akan kebingungan dengan penyakit ini. Hari ini sembuh dan sebulan kemudian kambuh kembali, dan kembali lagi. Lantas, bagaimana cara agar penyakit ini tidak kambuh kembali? Berikut adalah tips