Skip to main content

Bagaimana cara dokter hewan menegakkan diagnosa?


Dokter-hewan.net – Dokter hewan merupakan profesi medis yang agak berbeda dengan profesi medis lainnya, selain karena pasiennya adalah hewan, dokter hewan juga tidak bisa berbicara dengan pasiennya, sehingga harus ditunjang oleh petunjuk-petunjuk lainnya agar diagnosa penyakit yang diderita pasien diketahui dan dapat diobati dengan tepat dan efisien. Adapun urutan-urutan yang dilakukan antara lain: registrasi, anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, diagnosa banding dan diagnosa utama serta ditentukan prognosanya. Setelah diagnosa ditegakkan, baru proses terapi dilakukan sampai hewan sembuh. 

a)    Registrasi
Registrasi atau lebih sering disebut signalement merupakan identitas hewan. Baik dari nama, umur, jenis hewan, ras, jenis kelamin, sampai nama pemilik hewan harus ditunjukkan atau ditulis dengan tepat dan jujur. Seorang dokter hewan akan menganalisa kemungkinan atau faktor predisposisi penyakit hewan. Misalnya pada ras tertentu suatu penyakit lebih sering menyerang dibandingkan pada ras lain. Registrasi biasanya dilakukan pada saat hewan datang dan pemilik diminta mengisi data atau menyebutkan data yang dibutuhkan. 

b)    Anamnesa
Anamnesa atau wawancara dari pemilik merupakan tahapan selanjutnya yang dilakukan. Pertanyaan ini biasanya langsung ditanyakan oleh dokter hewan kepada pemilik hewan, dan biasanya pertanyaan ini tidak disadari pemilik hewan. Adapun yang umum ditanyakan adalah kebiasaan hewan, jenis feses, makanannya apa, hewannya main dimana dan lain sebagainya. Pada bagian anamnesa seorang dokter hewan bagaikan seorang detektif yang harus menemukan penyebab sakit pada hewan. Selain itu juga ditanyakan keluhan apa yang hewan rasakan. 

c)    Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan fisik adalah tindakan selanjutnya yang dilakukan oleh dokter hewan. Pemeriksaan fisik dibagi dalam beberapa metode, yaitu inspeksi (dengan penglihatan), palpasi (dipegang), auskultasi (didengar) dan perkusi (dipukul). 

Inspeksi atau dengan melihat dilakukan dokter hewan untuk melihat kondisi fisik hewan, cara berjalan dan tingkah lakunya. Kemudian secara perlahan akan dipegang dan dilihat mukosa mulut dan segala hal yang dibutuhkan. Selanjutnya akan di auskultasi jika dibutuhkan, auskultasi pada umumnya menggunakan stetoskop. Serta dilakukan perkusi jika dibutuhkan, perkusi merupakan teknik pemeriksaan dengan cara dipukul. 

d)    Pemeriksaan Penunjang
Ketika pemeriksaan fisik masih belum menemukan diagnosa spesifik, biasanya dokter hewan akan menanyakan kepada pemilik hewan, apakah bersedia jika dilakukan pemeriksaan penunjang? Pemeriksaan penunjang merupakan pemeriksaan tambahan yang bertujuan untuk meneguhkan diagnosa. Adapun contoh pemeriksaan penunjang adalah pemeriksaan darah, kimia darah, ureum, kreatinin, radiografi, USG dan lain sebagainya. 

e)    Diagnosa Banding
Setelah semua pemeriksaan dilakukan, seorang dokter hewan akan membandingkan suatu penyakit dengan penyakit lainnya yang memiliki gejala yang serupa. Hal ini dianalisa menggunakan kemampuan medisnya, sehingga akhirnya ditemukan diagnosa utama. 

f)    Diagnosa Utama
Diagnosa utama merupakan diagnosa akhir yang terjadi pada hewan. Seorang dokter hewan memiliki alasan khusus sehingga mendapatkan diagnosa utama, dan didukung oleh pemeriksaan pemeriksaan yang dilakukan sebelumnya. 

g)    Prognosa
Prognosa merupakan ramalan penyakit. Maksud dari ramalan penyakit yaitu perkiraan kesembuhan suatu penyakit ketika diberikan terapi. Adapun jenis prognosa antara lain fausa (kemungkinan sembuh besar), dubius (kemungkinan sembuh 50%) dan infausta (kemungkinan sembuh kecil). 

h)    Terapi
Pengobatan atau terapi merupakan langkah terakhir yang dilakukan seorang dokter hewan jika diagnosa utama sudah didapatkan. 

Pengetahuan medis yang luas dan nalar yang tinggi harus dimiliki seorang dokter hewan agar dapat mendiagnosa penyakit hewan dengan tepat. Namun tidak semua penyakit menunjukkan gejala yang jelas sehingga harus dipelajari lebih lanjut. Keberhasilan pengobatan ditentukan oleh kerjasama dokter hewan dan pemilik hewan. Kerjasama yang dimaksud adalah keterbukaan keduabelah pihak dalam berdiskusi, dan memberikan masukan. Misalnya, pemilik hewan yang selalu melaporkan perkembangan tentang kesehatan hewannya dan sebaliknya dokter hewan yang menjelaskan kemungkinan yang akan terjadi agar tercipta komunikasi dua arah yang hangat dan sejalan. [HP]

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Kucingmu suka ngempeng? Apakah itu pertanda buruk?

Photo by  Pixabay  from  Pexels Dokter-hewan.net -  Ngempeng adalah istilah untuk menggambarkan perilaku anak kucing yang suka menyedot puting induknya, temannya, bahkan organ tubuhnya sendiri maupun benda-benda kesayangannya. Banyak orang yang beranggapan hal ini adalah hal yang sangat wajar dilakukan oleh anak kucing, namun tahukah kamu, perilaku ngempeng ini bisa jadi karena disebabkan oleh stress, penyimpangan perilaku bahkan hanya untuk bersenang-senang. Anak kucing ngempeng?  Perilaku ngempeng paling umum dilakukan oleh anak kucing atau kitten. Contohnya kucing Juwi yang baru saja saya tangani, pemilik merasa khawatir saat mengetahui Juwi ngempeng dari putingnya sendiri, yaitu dengan menggulungkan badannya sampai dia bisa ngempeng dari putingnya sendiri. Selain Juwi, banyak sekali Juwi-juwi lainnya diluar sana yang ngempeng ke organ tubuhnya misalnya tangan, ekor, bahkan ke kucing lain yang ada disekitarnya. Bahkan ada yang sampai membuat kucing lain infeksi dan meradang

Hernia Umbilical pada Anjing

Dokter-hewan.net - Anjing merupakan hewan kesayangan yang sangat menggemaskan dan sangat setia kepada pemiliknya, sehingga pemilik hewan kesayangan khususnya anjing sangat ingin hewannya selalu sehat dan dalam kondisi terbaik. Salah seorang pemilik anjing kesayangan berkonsultasi dengan dokter-hewan.net melalui media sosial line@, dan kami dari tim dokter-hewan.net menduga sementara anjing klien tersebut menderita penyakit yang disebut hernia umbilical. Apa itu hernia umbilical? Hernia umbilical merupakan penonjolan (menggembung) dari lapisan perut, lemak perut atau bagian dari organ perut melalui daerah umbilikus (pusar). Umbilicus pada anjing dan kucing terletak di bagian tengah tepat dibawah tulang rusuk atau dalam istilah medisnya disepanjang garis linea alba dari bagian abdomen.  Apa penyebab hernia umbilical?  Umbilical atau pusar berfungsi untuk memberikan nutrisi kepada janin pada saat masih di dalam kandungan. Pusar akan dilewati oleh pembuluh darah dan sar