Skip to main content

Cara Mengatasi Kutu Pada Anjing/Kucing

Dokter-hewan.net - Kutu merupakan salah satu parasit di luar tubuh (ektoparasit) yang perlu dikontrol rutin jumlahnya oleh pemilik hewan. Kutu akan menghisap darah pada tubuh hewan yang ditumpanginya dengan cara merusak pembuluh darah kapiler. Bagi hewan yang sensitif, rusaknya kapiler darah dan sekresi ludah kutu (yang mengandung neurotoksin) akan menimbulkan reaksi alergi, sehingga hewan bersangkutan akan memperlihatkan gejala kegatalan kulit. Hewan yang terkena kutu dalam jumlah yang banyak akan menggigit dan menggaruk-garuk kulitnya sehingga merusak lapisan luar kulit (epidermis) yang kemudian menimbulkan kerusakan (iritasi) pada kulit. Iritasi ini dapat meluas menjadi bentuk peradangan kulit yang bila tidak segera diobati akan menyebabkan rontoknya rambut yang diikuti dengan kebotakan dan penebalan kulit (hiperkeratosis). Akibatnya, selain kulit hewan kesayangan menjadi buruk dan rusak, iritasi lokal kulit akan menimbulkan infeksi yang mempermudah masuknya kuman penyakit seperti virus, jamur, parasit, dan infeksi bakteri. Hewan akan menjadi tidak tahan terhadap penyakit, karena isapan darah oleh kutu dapat menyebabkan anemia, berat badan menurun, dan mengurangi nafsu makan.

Jika lingkungannya memenuhi kebutuhan hidupnya, beberapa jenis kutu dapat bertahan hidup selama beberapa bulan tanpa adanya makanan. Biasanya kutu-kutu itu dapat ditemukan di tempat-tempat seperti semak-semak, kayu, dan belukar. Perlu diketahui bahwa pemberantasan kutu hewan yang tidak sempurna akan sia-sia mengingat kutu yang tahan puasa dapat aktif kembali.

Kutu hewan kesayangan amat menyukai tempat yang lembab dan hangat guna menyelesaikan siklus hidupnya. Negara kita termasuk negara beriklim tropis yang memungkinkan kutu akan muncul di sepanjang tahun. Pada daerah lembab, sejenis kutu loncat dapat tahan hidup di luar tubuh induk semang (host)-nya selama tujuh bulan meski tidak mengisap darah host-nya. Hanya sedikit hasil isapan darah host-nya yang dicerna kutu. Sisanya akan dikeluarkan dalam rupa kotoran kecil berwarna hitam. Makanan (darah) akan merangsang kutu itu untuk bertelur selagi mereka masih dalam host. Seekor kutu betina dewasa dapat menghasilkan ratusan telur sepanjang hidupnya. Telur kutu yang berwarna putih dan kecil tidak menempel pada kulit atau bulu host-nya, tetapi jatuh bebas dan mengotori lingkungannya seperti tempat tidur, karpet, ubin, dan sekitarnya. Jumlah kutu yang terlalu banyak dapat pula menggigit kulit manusia meski manusia bukan host mereka.

Berikut adalah cara yang dapat dilakukan apabila hewan kesayangan anda terkena kutu namun Anda belum membawanya ke Dokter Hewan atau Anda dapat melakukan pencegahan sebelum jumlah kutu yang menyerang semakin banyak.

#1
Jika Anda melihat adanya gejala serangan kutu pada hewan kesayangan Anda, segera mandikan dengan shampoo anti kutu khusus untuk anjing/kucing. Bilas dan ulangi kembali untuk meyakinkan seluruh tubuh hewan telah tercuci bersih atau belum.

#2
Lanjutkan pengobatan dengan sisir kutu. Setelah hewan dimandikan, sisir rambut anjing/kucing untuk menghilangkan kutu yang masih tersisa. Sisir rambut hewan secara teratur untuk mencegah infestasi kutu di kemudian hari.

#3
Selain memandikan anjing/kucing, cuci pula selimut atau alas yang biasa digunakan hewan kesayangan Anda. Cuci dengan air panas dan tambahkan secangkir cuka di dalamnya untuk membunuh kutu dan telur yang mungkin tertinggal.

#4
Ambil satu panci air mendidih dan masukkan setengah buah lemon ke dalamnya. Tutup panci, biarkan air menjadi dingin dan lemon larut sepenuhnya. Setelah air dingin, tuangkan larutan lemon atau asam cuka ke dalam botol semprot. Semprot hewan Anda setiap hari dengan larutan ini. (Kutu membenci aroma jeruk lemon dan asam cuka)

So, bila anjing atau kucing memperlihatkan gejala kegatalan pada kulit, sebaiknya Anda mewaspadai adanya serangan kutu. Sebaiknya segera pisahkan anjing dan kucing yang terserang kutu itu dari yang sehat, karena ada beberapa jenis kutu hewan yang dapat terbang jauh dan menulari hewan kesayangan lainnya. Jika jumlah kutu yang menyerang terlampau banyak, jangan lupa segera bawa ke dokter hewan terdekat agar mendapatkan penanganan lebih lanjut. [AD]

Comments

Popular posts from this blog

Lowongan Pekerjaan : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya

Dokter-hewan.net - Dalam rangka meningkatkan pelayanan pada Klinik Hewan dan pengendalian pemotongan Betina Produktif, maka dibutuhkan tenaga Medik Veteriner dengan kriteria sebagai berikut : Menguasai rektal, penyakit hewan dan pengobatan hewanBerkelakuan baik, sehat jasmani rohani dan bebas narkobaLulusan PT Negeri atau PT Swasta bereputasi baik dengan IPK min. 2,75 (skala 4)Usia maksimal 35 TahunDiutamakan Laki-laki Warga SUrabaya (KTP) Surabaya Lamaran diajukan kepada Sekretariat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Jl. Pagesangan II No. 56 (60233) Surabaya dengan disertai kelengkapan sebagai berikut :  Surat lamaranCVPas Foto berwarna 4x6 sebanyak 2 buahFotokopi KTPFotokopi Ijazah dan transkrip nilaiFotokopi sertifikat khusus (STRV dan Kompetensi) yang di klinik, paling lambat tanggal 20 November 2017 Melalui surat ini mohon bantuan untuk mengumumkan dilingkungan kampus, atas kerjasamanya disampaikan terima kasih. 
Kepala dinas,  Ir. JOESTAMADHI, M.Si

Bahayakah Alkohol untuk Hewan?

Dokter-hewan.net - Beberapa hari belakangan ini dunia maya digegerkan dengan video online yang di upload oleh oknum di salah satu media sosial populer di Indonesia. Dalam adegan tersebut, terlihat oknum tersebut memberikan minuman ber-alkohol kepada hewan yang ada di disana. Netizen tambah geram karena oknum tersebut melakukannya untuk bersenang-senang bersama teman-temannya.  Anjing, kucing dan hewan lainnya tidak baik terpapar dengan alkohol karena alkohol adalah racun bagi mereka. Jangankan untuk meminum alkohol, makanan fermentasi yang mengandung sedikit alkohol saja dapat berdampak buruk bagi kesehatan mereka. 
Beberapa minuman beralkohol lebih berbahaya bagi hewan kesayangan, misalnya beer yang mengandung 4% alkohol, wine 10% alkohol bahkan liquor bisa mencapai 90% alkohol. Persentase alkohol di dalam minuman akan berdampak semakin buruk bagi kesehatan hewan. Bahkan, sedikit saja jumlah alkohol yang tertelan berpotensi menyebabkan kematian. 
Seperti halnya pada manusia, ketika …

Lowongan Kerja : Klinik Hewan Akeso di Brunei Darussalam

Dokter-hewan.net - Klinik hewan Akeso yang terletak di negara Brunei Darussalam membutuhkan dokter hewan praktisi dengan kualifikasi sebagai berikut : Pria/WanitaBerpengalaman/Fresh GraduateDisiplin, Bertanggung Jawab dan dapat bekerja dalam tim. Telah selesai menempuh pendidikan dokter hewan (drh). Jika anda tertarik, silahkan kirimkan lamaran anda ke email akeso.vet@gmail.com dengan ketentuan, attach file sebagai berikut :  Pas Photo Scan Identitas diri (KTP/Passport)CVResumeScan Ijazah dan TranskripScan Sertifikat yang berkaitan.  Selamat mencoba : )