Skip to main content

Urolithiasis pada Anjing

Dokter-hewan.net – Urolithiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh adanya batu (urolith) atau kristal yang berlebihan pada saluran air kencing (tractus urinarius). Batu dan kristal tersebut dapat ditemukan pada ginjal, uretra dan banyak di vesika urinaria (VU). Adanya batu dan kristal tersebut dapat membuat iritasi pada saluran air kencing, hingga ditemukan darah bersama urin yang dapat menimbulkan rasa sakit.

Gejala klinis urolithiasis tergantung pada letak batu (urolith) dan lama iritasi dinding mukosa traktus urinarius yang disebabkan oleh adanya batu tersebut. Beberapa gejala yang terlihat apabila terjadi urolithiasis di beberapa organ tubuh:
1.    Gejala klinis urolithiasis jika terjadi pada uretra:
•    Sering ingin mengeluarkan urin, namun urin yang dikeluarkan sedikit atau hanya menetes
•    Terlihat tegang saat urinasi (dysuria/stranguria)
•    Tidak mampu untuk urinasi, jika terjadi obstruksi sempurna
•    Hematuria
•    Vesika urinaria menggelembung karena penuh urin
•    Terjadi rupture di vesika urinaria yang dapat mengakibatkan terjadinya ascites
2.    Gejala klinis urolithiasis jika terjadi pada VU:
•    Dysuria/stranguria
•    Hematuria
•    Gejala sistemik biasanya tidak tampak
3.    Gejala klinis urolithiasis jika terjadi pada ureteral kalkuli:
•    Kesakitan pada bagian abdominal
•    Hematuria
•    Hydronephrosis mengakibatkan terjadinya pembesaran ginjal, apabila kalkuli menghambat aliran urin
•    Nampak gejala sistemik, terjadi anorexia, depresi dan demam

Setelah tampak beberapa gejala pada anjing Anda, segeralah bawa ke dokter hewan terdekat agar cepat mendapat penanganan dan pengobatan lebih lanjut. Pemeriksaan fisik dapat dilakukan terlebih dahulu seperti palpasi abdominal dan keteterisasi. Palpasi abdominal dilakukan untuk merasakan adanya batu yang terdapat di dalam VU atau di bagian lainnya. Jika terdapat sumbatan pada uretra, VU akan menggelembung dan rasa sakit (dinding VU jarang robek, tetapi jika robek maka tidak akan dapat di palpasi). Letak urolith yang menyebabkan sumbatan pada uretra dapat dideteksi dengan melewatkan kateter ke dalam saluran urethralis. Tindakan ini disebut kateterisasi. Adanya urolith pada anjing jantan dapat diketahui jika kateter yang dimasukkan lewat uretra tidak dapat mencapai VU.

Selanjutnya dapat dilakukan pemeriksaan radiografi dan ultrasonografi (USG) untuk membantu menegakkan diagnosa dokter hewan. Pemeriksaan radiografi dan USG dapat memberikan gambaran yang sangat jelas tentang ada tidaknya batu dan lokasi dari batu tersebut di saluran urinaria serta dapat membantu mendeteksi kemungkinan adanya abnormalitas lain yang terjadi dalam traktus urinarius.

Kasus urolithiasis pada anjing yang tidak dapat disembuhkan dengan obat atau diet khusus, maka dapat disembuhkan dengan tindakan operasi. Tindakan operasi yang dapat dilakukan seperti Urethrotomy dan Cystotomy. Urethrotomy dapat dilakukan apabila batu atau kristal tidak berhasil dimasukkan ke dalam VU menggunakan kateter. Keberadaan batu atau kristal dapat diketahui dengan menggunakan kateter. Setelah diketahui keberadaannya, maka dilakukan sayatan pada uretra dan batu atau kristal tersebut dikeluarkan. Selanjutnya kateter dimasukkan sampai ke dalam VU dan sayatan dijahit kembali. Tindakan operasi Cystotomy dilakukan dengan membuka abdomen bagian ventral dan kemudian membuka VU. Batu atau kristal diambil dari VU kemudian dijahit kembali. Setelah operasi, kateter masih perlu dipasang selama 3-5 hari untuk mencegah kemungkinan adanya penyumbatan oleh darah yang membeku.

Kemungkinan terjadinya urolithiasis pasca operasi masih dapat terjadi sehingga diperlukan pengawasan dan perhatian dari pemilik hewan untuk memberikan diet khusus. Jika terlihat kembali gejala-gejala dari urolithiasis pada anjing Anda, segera bawa ke dokter hewan agar mendapat pertolongan lebih lanjut. [AD]

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Dipylidium caninum, Cacing dari anjing dan kucing yang mungkin menularimu

Dokter-hewan.net - Saya mendapatkan tautan dari seorang pengikut di tiktok yang saya kelola ( @dokterhewan86 ). Video yang ditautkan itu menggambarkan seekor anjing Pomeranian sedang melakukan gerakan dragging butt , yaitu gerakan menggosokkan anusnya ke lantai. Sayapun langsung membalas video itu dengan menjawab “ 4 alasan anjing melakukan dragging butt ” di tiktok tersebut. Jika kamu belum melihatnya, kamu bisa check video di bawah ini :  @dokterhewan86 #stitch with @Triplit Kenapa anjing menyeret pantatnya? #stitch #fyp #xyzbca #fypシ #anjing #dokter #hewan #dokterhewan #dokterhewan86 ♬ original sound - Dokter Hewan 86 Alasan utama anjing dan kucing melakukan dragging butt yaitu infestasi cacing Dipylidium caninum . Cacing ini termasuk kategori cacing cestoda  yang umum menyerang anjing dan kucing serta terkadang manusia. Cacing ini juga seringkali dikenal dengan nama cacing pinjal, cacing timun (1) dan sering juga dikira butiran nasi karena bentuknya sangat mirip

Tracheal Collapse pada Anjing

Dokter-hewan.net  - Tracheal Collapse merupakan suatu istilah dimana hewan mengalami kondisi batuk yang ditandai dengan adanya kelemahan pada jaringan cincin trachea sehingga menghasilkan penyempitan lubang saluran nafas. Kasus Tracheal collapse sering terjadi pada anjing ras kecil seperti Pomerianian, Chihuahua, Toy Poodle, Shih Tzu, Maltese, Pug dan Yorshire Terrier, anjing yang gemuk dan biasanya terjadi pada anjing umur 6 sampai 7 tahun ke atas. Trachea yang secara anatomi berfungsi sebagai jalan nafas ke paru-paru, terdiri dari cincin tulang rawan dan jaringan lunak otot-otot (fibrous tissue) yang menyelaputinya. Tracheal Collapse dapat disebabkan karena 2 hal, yaitu faktor genetik (congenital tracheal collapse) dan memang faktor penyakit. Faktor genetik atau bawaan dapat disebabkan oleh karena kekurangan zat-zat tertentu seperti glycosaminoglycans, glycoprotein, calcium, dan chondroitin pada cincin tracheal sehingga menyebabkan kolaps pada saluran nafas. Sedangkan fakto