Skip to main content

Perilaku dan Kebiasaan Kelinci

Dokter-hewan.net – Jika Anda memelihara kelinci di rumah dan sering memperhatikannya, pasti Anda pernah di beberapa kesempatan melihat dan menemukan perilaku yang dilakukannya. Meskipun kelinci yang dipelihara hidup bersama Anda dalam satu rumah, tentunya hal tersebut tidak akan menghilangkan perilaku atau naluri alamiah dari kelinci. Terkadang perilakunya akan mengundang kelucuan ataupun mendatangkan ketakutan. Berikut ada beberapa perilaku yang mungkin dilakukan oleh kelinci Anda di rumah.

1.    Menggosokkan dagu
Setiap kelinci mempunyai kelenjar bau yang sensitif yang terletak di bawah dagunya. Fungsi kelenjar ini adalah untuk menandai wilayah yang menjadi kekuasaannya. Pada saat Anda melihat perilaku seperti ini dengan mengelus atau menggosokkan dagunya pada suatu benda, maka Anda harus mengerti bahwa benda yang ia pegang tersebut adalah miliknya.
2.    Buang air/kotoran pada wadah pakan
Beberapa kelinci sering membuang kotorannya pada wadah pakannya, hal ini dapat berarti bahwa tempat tersebut adalah kepemilikannya. Terkadang kelinci juga akan meninggalkan kotoran tidak pada tempatnya dan hal ini merupakan suatu alasan kejengkelannya. Misalnya, jika Anda membuang mainan kesukaannya atau tidak memberinya makan tepat pada waktunya, maka tidak menutup kemungkinan untuk kelinci Anda akan membuang kotorannya pada sepatu Anda.
3.    Menyemprotkan air kencing
Pada saat kelinci dalam keadaan sangat ketakutan atau marah, ia akan melakukan hal ini untuk mengatasi ketakutan dan kemarahannya. Kasus seperti ini biasanya dialami oleh kelinci – kelinci remaja yang berusia antara 10 minggu hingga 6 bulan. Kebiasaan ini akan hilang jika saja kelinci tersebut di kebiri atau sterilisasi.
4.    Meratakan diri
Kelinci juga mempunyai insting pertahan diri dari apa saja yang dianggap membahayakannya. Salah satu cara terbaik yang dilakukannya adalah dengan berusahan mendatarkan dirinya pada tempat yang dipijakinya. Pada saat ia terkejut, maka secara otomatis ia akan melakukan hal ini dan berdiam diri tanpa bergerak dengan posisi telinga yang merapat dan nafas yang terlihat cepat. Hal ini biasanya terlihat jika ada orang atau makhluk yang lebih besar darinya mengagetkannya ataupun jika ada suara yang keras.
5.    Gigi gemerutuk
Suara decitan yang kerasa akan terdengar karena adanya gigi yang beradu pada kelinci. Hal ini menandakan bahwa kelinci tersebut dalam keadaan menahan sakit. Pada kondisi ini, peran Anda sangat dibutuhkan untuk mencari tanda – tanda lain atau segeralah bawa ke dokter hewan terdekat untuk diperiksa lebih lanjut.
6.    Menggigit
Sama seperti hewan lainnya, kelinci juga dapat menggigit jika ia merasa berada dalam ancaman dan atau kelinci akan menggigit/menarik rambut dari kelinci lain yang ditungganginya (posisi kawin). Akan tetapi, untuk kasus kelinci yang menggigit manusia adalah sangat sedikit sekali dan ini merupakan masalah hormonal dari kelinci tersebut.
7.    Menggali lubang
Kelinci betina yang sedang bunting dan dibiarkan bebas di halaman rumah pasti akan menggali lubang untuk membuat sarang. Menggali lubang merupakan perilaku alami dari kelinci.
8.    Posisi kawin
Perilaku ini merupakan perilaku yang sangat umum di dunia kelinci yang masih belum dewasa, baik jantan atau betina. Kelinci jantan yang stres akan melakukannya pada hewan lain, benda mainannya atau bisa juga pada ujung kaki Anda. Begitu pula dengan kelinci betina yang berkawan dekat, mereka akan melakukan hal yang sama untuk menunggangi satu dengan yang lainnya dan untuk menunjukkan siapa yang menjadi dominan. Anda harus waspada dengan keadaan ini karena salah satu kelinci dapat menunggangi kepala kelinci yang lain dan ini dapat menjadi sangat berbahaya karena kelinci yang berada di bawahnya akan menjadi tidak suka dan akan menggigitnya.

So, manakah perilaku yang sering dilakukan kelinci Anda? Apakah yang ia lakukan menghibur Anda? Atau menakutkan Anda? Semua yang mereka lakukan adalah perilaku alamiahnya. Perhatikan kelinci Anda dan jangan lupa untuk selalu mengajaknya bermain agar mereka juga dapat lebih mengenal Anda sebagai pemiliknya. Jika tampak hal yang aneh pada kebiasaan dan perilakunya, mungkin kelinci Anda sedang terinfeksi suatu penyakit, segeralah periksakan ke dokter hewan terdekat untuk mendapat tindakan lebih lanjut. [AD]

Comments

Popular posts from this blog

Kenapa dokter hewan tidak bisa menyarankan obat secara online?

Dokter-hewan.net - Seiring dengan perkembangan teknologi, seringkali antara pemilik hewan kesayanan dan dokter hewan terlibat diskusi di media sosial, fitur pesan dan lain sebagainya. Namun, sebagian besar pemilik hewan akan kecewa karena dokter hewan hanya memberikan arahan agar hewannya langsung di bawa ke dokter hewan terdekat, bukannya diberikan alternatif obat. Kenapa dokter hewan tidak bisa menyarankan obat secara online? Berikut adalah alasannya.  Dokter hewan bukanlah dukun Alasan utama adalah dokter hewan bukanlah dukun yang dapat merasakan kondisi hewan anda jarak jauh. Dokter hewan harus mengetahui riwayat penyakit hewan, kemudian melakukan pemeriksaan fisik. Mulai dari suhu, pernafasan, denyut jantung sampai ke hal yang sederhana misalnya kulit, kuku, telinga dan lain sebagainya. Ketika saat pemeriksaan fisik, dokter hewan akan memiliki banyak pertanyaan di dalam otaknya, apa saja penyakit yang memiliki gejala yang sama. Kemudian jika masih belum menemukan gejala spesifik …

Lowongan Kerja : Management Trainee Vaksin Unggas

Dokter-hewan.net - Perusahaan sing bergerak dalam produksi vaksin unggas mencari kandidat untuk posisi Management Trainee dengan kualifikasi sebagai berikut : Pria usia maksimal 27 TahunDiutamakan lulusan kedokteran hewan (fresh graduate) atau Pendidikan teknik industri, teknik mesin dan teknik elektro berpengalaman minimal 2 Tahun sebagai supervisor dan pernah memimpin anak buah. IPK 2,75 (Universitas Negeri) atau IPK 3 (Universitas Swasta Terkemuka)Penempatan di Kabupaten BogorHarus bisa berkomunikasi dalam bahasa Inggris baik tulisan maupun verbalBersedia melakukan perjalanan ke luar negeri Email CV ke santo@biotis.id, cc ke susantomurti@gmail.com

Benarkah puppies jantan mengalah kepada puppies betina?

Dokter-hewan.net - Tahukah kamu anak anjing atau puppies sudah mulai berinteraksi dan bermain bersama sejak usia muda, lebih kurang usia 7 minggu.  
Sebuah penelitian tentang animal behavior atau tingkah laku hewan menemukan fakta lucu tentang anak anjing, yaitu anak anjing jantan akan selalu mengalah dengan anak anjing betina ketika mereka bermain. 
Penelitian tersebut mengemukakan bahwa anak anjing jantan akan bermain lebih lembut (soft) kepada anak anjing betina agar betina menang, sehingga anjing betina akan terus bermain dengannya (anak anjing jantan). 
Penelitian tersebut juga mengemukakan bahwa, anak anjing yang sama dipersilahkan bermain dengan anak anjing jantan lainnya, namun perlakuan yang di dapat berbeda, yaitu anak anjing jantan akan berkompetisi satu sama lain dengan kuat, dan tidak mengenal ampun. 
Bagaimana menurut kalian? (hp).