Skip to main content

Bagaimana Cara Bersihkan Rambut Hewan Peliharaan di Rumah ?

Dokter-hewan.net – Hewan peliharaan seperti anjing dan kucing sungguh sangat menggemaskan untuk dijadikan teman Berman di rumah. Namun, jika Anda memutuskan untuk memelihara hewan kesayangan di rumah, Anda juga harus berkomitmen untuk merawat dan memeliharanya dengan baik. Salah satunya adalah dengan rajin membersihkan rambut – rambut milik hewan kesayangan yang bertebaran di dalam rumah.

Rambut – rambut ini terkadang ada yang membuat  alergi pada di pemilik hewan, oleh karena itu Anda dapat melakukan beberapa cara berikut untuk meminimalisirnya.
•    Bersihkan furniture
Membersihkan furniture atau perabotan rumah tangga dari rambut – rambut kucing / anjing dapat menggunakan sarung tangan karet. Bersihkan secara searah dari atas ke bawah agar rambut tidak menyebar. Jika Anda tidak memiliki sarung tangan karet, Anda bias menggunakan spons yang sedikit basah. Ulangi beberapa kali agar bersih secara maksimal. Kemudian semprotkan cairan berupa pelembut kain dengan air ke perabotan Anda. Lalu, lap hingga bersih dan kering. Apabila perabotan Anda terbuat dari kayu, Anda bisa menggunakan sebuah kain lembut yang sedikit basah.
•    Bersihkan lantai
Cara membersihkan lantai yang berkarpet bisa dengan menggunakan batu apung, yakni dengan menggosok – gosokkan batu ke seluruh permukaan karpet. Atau bisa juga dengan menggunakan sapu lidi dan alat penyedot debu (vaccum cleaner).
•    Bersihkan pakaian
Dalam membersihkan pakaian, Anda bisa menggantung pakaian Anda kemudian gunakan alat penyedot debu untuk membersihkan pakaian yang tergantung tadi. Tujuannya adalah agar Anda senantiasa membersihkan pakaian yang akan Anda gunakan sebelum bertemu dengan teman atau rekan kerja Anda di luar rumah.

Nah, jika Anda senantiasa membersihkan penyebaran rambut – rambut rontok yang berasal dari hewan kesayangan Anda di rumah, maka tentu Anda sudah berupaya untuk meminimalisir adanya penyebaran penyakit yang berasal dari rambut – rambut rontok tersebut. [AD]

Comments

Popular posts from this blog

Penyebab Bau yang Tidak Sedap Pada Kucing

Dokter-hewan.net - Kucing adalah hewan yang sangat mencintai kebersihan. Mereka akan melakukan selfgrooming jika merasa dirinya tidak dalam keadaan bersih. Namun, kadangkala pemilik hewan mengeluhkan bau yang tidak sedap dari hewan peliharaan mereka. Apa dan kenapa hewan mereka berbau tidak sedap? Berikut adalah sumber bau yang tidak sedap pada kucing kesayangan anda.  Bau Mulut Kucing sehat tidak memiliki bau mulut. Penyebab paling umum bau mulut adalah dental disease (gangguan pada pergigian). Plag dan karang gigi adalah kasus paling sering yang menyebabkan dental disease. Plag dan karang gigi yang menempel di gigi dan gusi akan menyebabkan terjadinya inflamasi (peradangan) sehingga akan menimbulkan bau mulut yang tidak sehat. Kebersihkan gigi juga sangat menentukan ada atau tidaknya bau mulut. Misalnya bahan makanan yang tersangkut dalam waktu lama di gigi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap juga. Selain itu, trauma di jaringan mulut dan tumor pada mulut juga men

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Bolehkah Memberi Telur pada Kucing ?

Dokter-hewan.net – Telur merupakan salah satu makanan yang bergizi, bervitamin, dan berprotein tinggi bagi tubuh. Di dalam telur, khususnya telur ayam, mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C. Nilai kandungan yang terdapat pada telur tentu sangat bagus untuk kucing terlebih jika dimakan dalam keadaan mentah. Pemberian telur secara rutin akan membuat kucing menjadi gemuk karena tingginya kandungan lemak (11,5 gr) dan protein (12,8 gr), namun jangan memberi makan kucing dengan telur semata, karena telur bukanlah makanan pokok kucing. Pemberian telur pada kucing juga disarankan hanya memberi kuning telur saja, tanpa putih telur dan dalam kondisi mentah. Apakah kucing akan suka memakan telur mentah ? Pada dasarnya, kucing adalah hewan pemakan daging dan sejenisnya dalam keadaan mentah, dan manusialah yang merubah pola makan kucing dengan memberi makanan matang atau makanan instan. Lantas, bagaimana dengan pemberian putih telur pada kucing ?