Skip to main content

Hewan Juga Perlu Perawatan Gigi

Dokter-hewan.net – Hewan peliharaan ternyata juga perlu dijaga kebersihan dan kesehatan giginya. Perawatan pada gigi hewan dapat mendukung dan penting dalam membantu menjaga kesehatan hewan peliharaan.

Dokter hewan di Michigan, dr. David Smith, mengatakan bahwa penyakit mulut adalah penyakit yang paling sering terjadi pada kucing dan anjing dan dapat mempengaruhi 80% kesehatan tubuh mereka. Sebenarnya, perawatan mulut dan gigi tidak perlu memakan waktu dan tidak begitu sulit. The American Veterinary Dental Society (AVDS) merekomendasikan tiga langkah untuk mencegah penyakit mulut dan gigi pada hewan peliharaan, yakni memeriksa kesehatan mulut dan gigi pada ahlinya atau Anda dapat membawa ke dokter hewan langganan Anda. Selanjutnya, beri makan hewan peliharaan Anda dengan menu yang sehat dan membersihkan giginya secara teratur. Membersihkan gigi hewan seperti anjing dan kucing dapat dilakukan dengan menggunakan sikat gigi atau dengan menggunakan kassa yang dililit pada jari Anda.

Diperlukan beberapa hari untuk membiasakan sikat gigi pada hewan peliharaan Anda. Jika hewan peliharaan Anda menolak, cobalah pasta gigi hewan yang direkomendasikan oleh dokter hewan. “Jangan gunakan pasta gigi manusia, selain karena busa yang berantakan, jika tertelan maka dapat menyebabkan keracunan pada hewan”, ucap dr. Smith.

Menjaga kebersihan gigi hewan peliharaan Anda dianjurkan untuk menyikatnya minimal tiga kali dalam seminggu untuk kebersihan mulut dan gigi yang baik. Jika hewan peliharaan Anda sehat, maka pemiliknya pun akan ikut sehat dan tidak terjadi penularan penyakit dari hewan Anda. Dan jangan lupa tetap pantau kesehatan mulut dan gigi hewan peliharaan Anda agar tetap bahagia, nyaman dan sehat. [AD]

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Tumor pada Hamster

Dokter-hewan.net – Pertumbuhan abnormal pada sel atau jaringan maupun organ tubuh disebut tumor. Tumor memiliki dua tipe, yaitu benigna dan maligna. Tumor benigna merupakan tumor yang tidak ganas dan tidak bisa menyebar yang pada umumnya menyerang hamster. Sedangkan, tumor maligna (kanker) merupakan tumor ganas yang umumnya menyerang glandula yang memproduksi hormon atau sistem pencernaan hewan dan memiliki kemampuan untuk menyebar ke daerah sekitarnya. Hanya 4% hamster yang mampu bertahan melawan tumor maligna. Tumor benigna pada hamster umumnya terjadi di kelenjar adrenal, dekat dengan organ ginjal. Lymphoma (tumor di kelenjar limpa) umumnya menyerang hamster tua dan umumnya ditemukan di seluruh sistem limpatik seperti timus, lien, hati dan limpnode. Selain itu, salah satu tipe dari lympoma dari Sel T juga akan memberikan efek terhadap kulit pada hamster dewasa. Tumor lain mampu tumbuh dan berkembang pada rahim, usus, otak, kulit, folikel rambut, lemak bahkan mata. Pengobatan

Waspada Luka Berbelatung pada Hewan Kesayangan

Dokter-hewan.net  - Luka yang terinfeksi belatung atau sering kita sebut dengan myasis merupakan kejadian yang cukup tinggi terjadi pada hewan kesayangan, terutama anjing. Kejadian myasis yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan kematian pada hewan akibat shock, intoksikasi ataupun infeksi sekunder. Myasis adalah kerusakan pada otot yang disebabkan oleh belatung. Belatung yang bentuknya seperti ulat ini berasal dari telur-telur lalat yang menetas, kemudian menggerogoti jaringan otot yang ada. Hal ini dapat berawal dari luka yang kecil yang tidak diketahui owner terutama pada hewan berambut panjang. Dengan perlahan, belatung akang menggerogoti jaringan otot di bawah kulit membentuk terowongan. Kondisi luka pada permukaan kulit ini akan mengundang lalat untuk bertelur sehingga belatung akan semakin banyak menempati luka hingga membusuk. Sampai kondisi seperti ini pun terkadang owner belum mengetahui betul apa yang terjadi pada hewan