Skip to main content

Waspada Cacing Hati pada Hewan Qurban

Dokter-hewan.net – Hari Raya Idul Adha adalah identik dengan hewan qurban. Banyak masyarakat yang ikut bersedekah dalam menyumbangkan hewan qurban seperti sapi dan kambing untuk dibagikan ke warga sekitarnya atau kaum dhuafa. Daging sebagai salah satu produk asal hewan tentu harus memenuhi kualitas dan mutu yang baik sehingga layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Pengantisipasian pada penyakit hewan qurban saat disembelih tentu sangatlah penting. Dinas peternakan dan perikanan setempat akan bekerja sama dengan tim pengawas kesehatan hewan termasuk dokter hewan. Penyakit ternak yang kerap luput dari perhatian kita saat membeli hewan qurban adalah mengenai peyakit cacing hati (Fasciolasis/Distomatosis). Sejatinya, apabila jenis penyakit cacing hati ditemukan, maka disarankan untuk tidak mengonsumsi bagian hati tersebut.

Secara fisik, sapi atau ternak yang terkena cacing hati tidak ada perbedaan dengan ternak yang kondisinya sehat. Dengan kata lain, penyakit Fasciolasis pada ternak ini cukup sulit dideteksi oleh masyarakat awam, dan baru dapat diketahui setelah ternak disembelih dan hatinya dibelah. Oleh karena itu, dibutuhkan pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan setempat guna memastikan apakah daging qurban yang akan dikonsumsi sudah memenuhi kriteria ASUH atau tidak.

Penyakit cacing hati rentan menyerang hewan ternak dapat disebabkan karena cara pemeliharaan yang kurang baik, misalnya pemberian pakan yang terkontaminasi telur cacing. Oleh karena itu, untuk mencegah hewan ternak tidak terjangkit penyakit cacing hati, maka peternak harus membersihkan kebersihan pakan dan lingkungan sekitar, serta peternak dianjurkan untuk memberikan obat cacing secara rutin pada ternaknya.

Lantas, berbahayakah apabila terkonsumsi oleh manusia?
Cacing hati pada dasarnya berbentuk pipih dan berhabitat di dalam sistem hati dan empedu hewan mamah biak herbivora, termasuk sapi dan kambing. Cacing hati terbagi dalam 2 jenis, yakni cacing hati khas Asia (Fasciola gigantica) dan khas Eropa (Fasciola hepatica). Keberadaan cacing hati pada sapi tidak lantas semudah itu menulari tubuh manusia, karena sebenarnya cacing ini hanya hidup dalam kawasan hati sapi saja. Walaupun tidak ditemukannya persebaran cacing, telur atau larva dalam daging sapi sekalipun dinyatakan hati sapi positif mengidap fasciolasis, masyarakat tetap dianjurkan untuk tidak mengonsumsi hati sapi tersebut. Sejauh ini memang belum ada data resmi yang dapat menjadi acuan adanya serangan cacing hati sapi pada manusia dan sejauh mana potensi penularannya. Namun, beberap pakar meyakini kecil kemungkinan adanya penularan cacing hati sapi selama perlakuan dan konsumsi daging sapi terawasi dengan baik.

Mengingat banyaknya hewan qurban yang didatangkan dari luar daerah, maka tim pengawas kesehatan hewan beserta dinas setempat harus bekerja semaksimal mungkin dalam mengawasi kesehatan hewan – hewan tersebut untuk mengurangi terjadinya resiko penyakit zoonosis. [AD] 


SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1437 H

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Penyebab Bau yang Tidak Sedap Pada Kucing

Dokter-hewan.net - Kucing adalah hewan yang sangat mencintai kebersihan. Mereka akan melakukan selfgrooming jika merasa dirinya tidak dalam keadaan bersih. Namun, kadangkala pemilik hewan mengeluhkan bau yang tidak sedap dari hewan peliharaan mereka. Apa dan kenapa hewan mereka berbau tidak sedap? Berikut adalah sumber bau yang tidak sedap pada kucing kesayangan anda.  Bau Mulut Kucing sehat tidak memiliki bau mulut. Penyebab paling umum bau mulut adalah dental disease (gangguan pada pergigian). Plag dan karang gigi adalah kasus paling sering yang menyebabkan dental disease. Plag dan karang gigi yang menempel di gigi dan gusi akan menyebabkan terjadinya inflamasi (peradangan) sehingga akan menimbulkan bau mulut yang tidak sehat. Kebersihkan gigi juga sangat menentukan ada atau tidaknya bau mulut. Misalnya bahan makanan yang tersangkut dalam waktu lama di gigi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap juga. Selain itu, trauma di jaringan mulut dan tumor pada mulut juga men

Bolehkah Memberi Telur pada Kucing ?

Dokter-hewan.net – Telur merupakan salah satu makanan yang bergizi, bervitamin, dan berprotein tinggi bagi tubuh. Di dalam telur, khususnya telur ayam, mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C. Nilai kandungan yang terdapat pada telur tentu sangat bagus untuk kucing terlebih jika dimakan dalam keadaan mentah. Pemberian telur secara rutin akan membuat kucing menjadi gemuk karena tingginya kandungan lemak (11,5 gr) dan protein (12,8 gr), namun jangan memberi makan kucing dengan telur semata, karena telur bukanlah makanan pokok kucing. Pemberian telur pada kucing juga disarankan hanya memberi kuning telur saja, tanpa putih telur dan dalam kondisi mentah. Apakah kucing akan suka memakan telur mentah ? Pada dasarnya, kucing adalah hewan pemakan daging dan sejenisnya dalam keadaan mentah, dan manusialah yang merubah pola makan kucing dengan memberi makanan matang atau makanan instan. Lantas, bagaimana dengan pemberian putih telur pada kucing ?