Skip to main content

Tips Cegah Hewan Peliharaan Rusak Halaman Rumah


Dokter-hewan.net – Memelihara hewan kesayangan di rumah tak selamanya akan menyenangkan, karena sesekali waktu pasti Anda pernah dibuat kesal oleh mereka. Tingkahnya yang aktif terkadang akan membuat rumah jadi berantakan, perabotan rusak akibat digigit dan dicakar, dan bahkan halaman rumah pun tak luput dari target kelincahannya.

Jika tak sedari dini diajarkan, kucing dan anjing akan menjadi hobi untuk membuang kotoran, menggali tanah, dan merusak tanaman di halaman rumah. Sekalipun Anda yang tak mempunyai hewan peliharaan di rumah pasti pernah menemui kejadian seperti ini akibat dari kucing / anjing liar atau milik tetangga Anda. Oleh karena itu, Anda perlu memperhatikan tips berikut ini.
  1. Siapkan bak pasir - Anjing dan kucing memiliki hobi suka menggali. Dan mereka tertarik pada area galian yang kering dan bermaterial ringan seperti pasir. Jadi, daripada mereka merusak tanah di pekarangan rumah Anda, maka ada baiknya jika Anda menyiapkan bak pasir sehingga mereka punya tempat untuk menggali dan membuang kotorannya.
  2. Tanamlah tanaman yang berbatang besar - Sebaiknya Anda tidak menanam tanaman yang berbatang pendek atau bunga – bunga sehingga mudah digapai dan dirusak oleh hewan – hewan peliharaan. Jika Anda tetap ingin memiliki tanaman hias, pot gantung bisa menjadi salah satu pilihan.
  3. Siram halaman setidaknya dua kali sehari - Tanah atau rumput yang basah dapat membuat kucing dan anjing enggan untuk menginjakkan kakinya karena menimbulkan rasa lembap dan basah. Jadi, Anda dapat menyiram pekarangan rumah dua kali sehari hingga seluruh permukaannya basah merata.
  4. Tanamlah tanaman yang tidak disukai hewan - Ada beberapa jenis tanaman dengan aroma yang menyengat biasanya tidak akan disukai hewan, terutama kucing. Tanaman yang beraroma menyengat biasanya tanaman yang digunakan untuk bumbu dapur, seperti bawang dan serai. Mereka akan memilih mencari tempat lainnya daripada harus menginjak pekarangan rumah Anda. [AD]

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Waspada Luka Berbelatung pada Hewan Kesayangan

Dokter-hewan.net  - Luka yang terinfeksi belatung atau sering kita sebut dengan myasis merupakan kejadian yang cukup tinggi terjadi pada hewan kesayangan, terutama anjing. Kejadian myasis yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan kematian pada hewan akibat shock, intoksikasi ataupun infeksi sekunder. Myasis adalah kerusakan pada otot yang disebabkan oleh belatung. Belatung yang bentuknya seperti ulat ini berasal dari telur-telur lalat yang menetas, kemudian menggerogoti jaringan otot yang ada. Hal ini dapat berawal dari luka yang kecil yang tidak diketahui owner terutama pada hewan berambut panjang. Dengan perlahan, belatung akang menggerogoti jaringan otot di bawah kulit membentuk terowongan. Kondisi luka pada permukaan kulit ini akan mengundang lalat untuk bertelur sehingga belatung akan semakin banyak menempati luka hingga membusuk. Sampai kondisi seperti ini pun terkadang owner belum mengetahui betul apa yang terjadi pada hewan

Apa yang harus dilakukan agar kucing tidak kencing berdarah lagi?

Dokter-hewan.net – Kencing berdarah, sulit kencing dan kencing batu adalah penyakit yang paling umum ditemukan di klinik hewan. Penyakit ini umumnya muncul kepada hewan-hewan yang terlalu disayang dan dimanja oleh pemiliknya, sehingga terkadang dokter hewan menyebutnya penyakit kucing manja, karena diderita oleh kucing-kucing yang terlalu dimanja oleh pemiliknya, alias tidak mengatur dietnya dengan baik dan benar. Penyakit yang dikenal dengan nama Feline Urinary Syndrom (FUS) ini memang memiliki banyak sekali kemungkinan penyebabnya, salah satunya adalah faktor manajemen makanan yang sangat tidak sehat, misalnya memberikan makan setiap kucing meminta, kucing kurang beraktifitas dan memberikan makanan dengan kualitas yang sangat jelek alias asal kucing suka. Terkadang, pemilik hewan juga akan kebingungan dengan penyakit ini. Hari ini sembuh dan sebulan kemudian kambuh kembali, dan kembali lagi. Lantas, bagaimana cara agar penyakit ini tidak kambuh kembali? Berikut adalah tips