Skip to main content

Apakah Hamster Bisa Berenang ?

Dokter-hewan.net – Apakah hamster bisa berenang? jawabannya adalah "bisa!", seperti mamalia pada umumnya, hamster dapat berenang… namun mereka (hamster) tidak terlalu menyukai berenang dan dapat berdampak buruk pada kesehatan hamster itu sendiri.

Di alam liar, hamster hidup di daerah yang sangat kering dan jarang sekali ada air, sehingga dapat disimpulkan hamster tidak menyukai jika tubuh mereka terlalu basah.

Hamster merupakan hewan yang dapat membersihkan dirinya sendiri dengan sangat baik dan dengan air yang sangat sedikit, sehingga tidak perlu dimandikan bahkan memaksa mereka berenang di air. Agar hamster selalu bersih, yang wajib dilakukan adalah selalu mengganti litter (serutan kayu) minimal 1x dalam sehari.

Jika tetap memandikan hamster dengan air dan membuat mereka terlalu basah, akan menyebabkan mereka stres. Stres akan memicu sistem imun hamster melemah sehingga lebih mudah terserang penyakit. Jika air tersebut terlalu dingin, atau hamster basah terlalu lama akan memicu terjadinya demam, pneumonia bahkan kematian pada hamster.

Kesimpulannya, hamster dapat berenang namun hamster tidak boleh atau tidak perlu dimandikan karena mereka dapat mandi sendiri sesuai dengan cara mereka sendiri. Penggantian litter atau serutan kayu adalah tindakan yang wajib dilakukan setiap hari agar hamster selalu bersih dan kandang tidak terlalu bau.[HP]

Source: thehamsterhouse.com/hamster-info/can-hamsters-swim/

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Tumor pada Hamster

Dokter-hewan.net – Pertumbuhan abnormal pada sel atau jaringan maupun organ tubuh disebut tumor. Tumor memiliki dua tipe, yaitu benigna dan maligna. Tumor benigna merupakan tumor yang tidak ganas dan tidak bisa menyebar yang pada umumnya menyerang hamster. Sedangkan, tumor maligna (kanker) merupakan tumor ganas yang umumnya menyerang glandula yang memproduksi hormon atau sistem pencernaan hewan dan memiliki kemampuan untuk menyebar ke daerah sekitarnya. Hanya 4% hamster yang mampu bertahan melawan tumor maligna. Tumor benigna pada hamster umumnya terjadi di kelenjar adrenal, dekat dengan organ ginjal. Lymphoma (tumor di kelenjar limpa) umumnya menyerang hamster tua dan umumnya ditemukan di seluruh sistem limpatik seperti timus, lien, hati dan limpnode. Selain itu, salah satu tipe dari lympoma dari Sel T juga akan memberikan efek terhadap kulit pada hamster dewasa. Tumor lain mampu tumbuh dan berkembang pada rahim, usus, otak, kulit, folikel rambut, lemak bahkan mata. Pengobatan

Waspada Luka Berbelatung pada Hewan Kesayangan

Dokter-hewan.net  - Luka yang terinfeksi belatung atau sering kita sebut dengan myasis merupakan kejadian yang cukup tinggi terjadi pada hewan kesayangan, terutama anjing. Kejadian myasis yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan kematian pada hewan akibat shock, intoksikasi ataupun infeksi sekunder. Myasis adalah kerusakan pada otot yang disebabkan oleh belatung. Belatung yang bentuknya seperti ulat ini berasal dari telur-telur lalat yang menetas, kemudian menggerogoti jaringan otot yang ada. Hal ini dapat berawal dari luka yang kecil yang tidak diketahui owner terutama pada hewan berambut panjang. Dengan perlahan, belatung akang menggerogoti jaringan otot di bawah kulit membentuk terowongan. Kondisi luka pada permukaan kulit ini akan mengundang lalat untuk bertelur sehingga belatung akan semakin banyak menempati luka hingga membusuk. Sampai kondisi seperti ini pun terkadang owner belum mengetahui betul apa yang terjadi pada hewan