Skip to main content

Kenali Hamster yang Sehat

Dokter-hewan.net – Hamster adalah salah satu binatang pengerat kecil yang sangat lucu. Di jaman sekarang ini, tak sedikit pula masyarakat yang ingin memelihara hamster sebagai teman bermainnya di rumah. Nah, jika Anda adalah salah satu yang tertarik memelihara hamster, tentunya Anda harus tahu terlebih dulu bagaimana ciri – ciri hamster yang sehat.

Lincah dan Matanya Bercahaya
Hamster memiliki ukuran tubuh yang kecil dan sudah sewajarnya ia bergerak sangat cepat dan lincah. Tapi perlu Anda ingat bahwa hamster adalah binatang nocturnal, artinya hamster akan terlihat lincah dan bergerak cepat pada saat malam hari. Jika Anda membeli hamster, waktu sore atau malam hari adalah waktu yang tepat. Pada siang hari, hamster akan selalu tampak tidur dan bermalas – malasan karena siang hari adalah waktu istirahat yang tepat bagi para hamster.

Perlu Anda khawatirkan apabila hamster terserang flu, karena hal ini dapat menyebabkan kematian. Hamster yang terkena flu akan tampak selalu mengantuk, tidur terus – menerus dan lemah. So, Anda harus mengecek keadaan hidung hamster apakah lebih basah dan sering bersin atau tidak.

Kotoran Kering dan Bau Tidak Menyengat
Kemudian, membuang kotoran dan urinasi adalah hal yang wajar bagi makhluk hidup. Hamster adalah salah satunya. Pastikan hamster Anda tempatkan pada kandang yang berisi serbuk kayu. Perhatikan kotoran yang ditinggalkan di salah satu sudut kandangnya. Hamster memiliki kotoran yang kering dan berbentuk oval memanjang dengan warna coklat kehitaman.

Hamster yang sehat dan tidak memiliki gangguan pencernaan, tidak akan mempunyai aroma kotoran dan urinasi yang menyengat sekalipun dicium dalam jarak yang dekat. Jadi, apabila Anda mencium aroma yang tidak enak pada kotoran dan urinnya, Anda perlu khawatirkan keadaan hamster Anda.

Rambut Tebal dan Tidak Ada Benjolan
Hamster yang sehat akan mempunyai rambut tebal dan mengkilap serta tidak kusam dan mudah rontok. Pastika Anda memegang keadaan tubuh hamster Anda dan amati apakah ada benjolan atau tidak. Tidak sedikit hamster yang terkena penyakit tumor akibat dari adanya kesalahan dalam penanganan sebelumnya. Tumor ini dapat berbentuk seperti benjolan yang tumbuh di beberapa bagian tubuh hamster, seperti di bagian samping tubuh dan perut (abdomen). [AD]

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Tumor pada Hamster

Dokter-hewan.net – Pertumbuhan abnormal pada sel atau jaringan maupun organ tubuh disebut tumor. Tumor memiliki dua tipe, yaitu benigna dan maligna. Tumor benigna merupakan tumor yang tidak ganas dan tidak bisa menyebar yang pada umumnya menyerang hamster. Sedangkan, tumor maligna (kanker) merupakan tumor ganas yang umumnya menyerang glandula yang memproduksi hormon atau sistem pencernaan hewan dan memiliki kemampuan untuk menyebar ke daerah sekitarnya. Hanya 4% hamster yang mampu bertahan melawan tumor maligna. Tumor benigna pada hamster umumnya terjadi di kelenjar adrenal, dekat dengan organ ginjal. Lymphoma (tumor di kelenjar limpa) umumnya menyerang hamster tua dan umumnya ditemukan di seluruh sistem limpatik seperti timus, lien, hati dan limpnode. Selain itu, salah satu tipe dari lympoma dari Sel T juga akan memberikan efek terhadap kulit pada hamster dewasa. Tumor lain mampu tumbuh dan berkembang pada rahim, usus, otak, kulit, folikel rambut, lemak bahkan mata. Pengobatan

Jerawat Kucing : Gejala, Diagnosa dan Terapi dari Chin “Blackhead” pada Kucing

Feline Acne Pengertian Jerawat Kucing (Feline Acne) adalah kelainan kondisi pada dagu kucing yang disebabkan oleh komedo ( blackhead ). Penyebab dari Jerawat Kucing Penyebab sebenarnya masih belum diketahui, namun beberapa factor dapat memicu terjadinya kelainan ini, termasuk stress, menurunnya system imun, praktik gromming yang tidak benar, dan kejadian atau efek dari penyakit lain, dermatitis dan kondisi minyak yang berlebihan yang disebabkan oleh folikel rambut yang tidak berfungsi dengan baik. Gejala jerawat kucing    Banyak komedo pada bagian dagu dan mulut kucing Dagu kucing terlihat kotor Komedo menyebabkan terjadinya abses Pada beberapa kasus, rambut rontok, dan adanya bengkak pada dagu. Menyebabkan rasa gatal sehingga kucing sering menggaruk dagu dan menyebabkan trauma pada dagu.   Dapat menyebabkan terjadinya infeksi sekunder.   Pada kucing Persia, kondisi ini dapat menyebabkan efek lipatan pada muka dan kulit.   Jerawat kucing dapat muncul pada se