Skip to main content

Ringworm pada Hewan Kesayangan


Dokter-hewan.net - Ringworm merupakan salah satu penyakit kulit yang paling sering ditemukan pada kucing, anjing bahkan manusia. Berdasarkan namanya, banyak yang mengira bahwa ringworm disebabkan oleh cacing (worm) padahal penamaan penyakit ini dikarenakan luka ataupun lesi yang disebabkan oleh jamur (dermatophyta) menyerupai cincin merah. Hal inilah yang menjadi dasar dari penamaan penyakit ini. 

Ringworm termasuk ke dalam penyakit zoonosis, artinya ringworm dapat menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya, yaitu dari manusia ke hewan. 

Apa gejala ringworm? 
Sesuai dengan namanya, gejala yang umum muncul saat kucing atau anjing anda memiliki ringworm adalah rambut hewan akan botak dan memiliki lesi-lesi berwarna merah. Dan jika memiliki hewan yang banyak, biasanya akan menular ke hewan lainnya bahkan anda yang memelihara. Ciri-ciri pada manusia yaitu lesi cincin merah pada pinggirannya, dan sangat gatal saat digaruk. 

Bagaimana Ringworm menular? 
Ringwom menular melalui 2 cara, yaitu kontak langsung kepada hewan yang terinfeksi ringworm atau kontak tidak langsung, misalnya melalui kandang, kasur, sprey dan benda-benda lain yang mungkin saja terdapat ringworm. 

Bagaimana dokter hewan mendiagnosa ringworm? 
Pada umumnya dokter hewan akan melihat bentukan luka dan biasanya melihat jamur dengan bantuan alat pendukung agar dapat mengkategorikan jamur secara spesifik. Sehingga jika anda memiliki kucing atau anjing yang memiliki gejala ringwom, alangkah baiknya segera di periksakan kepada dokter hewan langganan anda. 

Bagaimana dokter mengobati ringworm? 
Dokter hewan akan menyarankan kucing atau anjing anda untuk mandi jamur atau mandi dengan menggunakan shampo yang mengganggu pertumbuhan jamur. Atau shampo yang dirancang khusus untuk memperbaiki pH kulit agar mengganggu pertumbuhan ringworm. Selain itu juga ada obat-obatan pendukung lain untuk membasmi jamur ini. 

Apa yang harus dilakukan jika kucing anda dicurigai terinfeksi ringworm? 
Pertama, isolasi hewan yang dicurigai dan pisahkan dengan hewan lainnya. Kemudian saat sebelum dan sesudah menyentuh hewan harus mencuci tangan menggunakan antiseptik sampai benar-benar bersih. Jaga kebersihan kandangan, dan kelembapan di sekitar kandang, dan segera hubungi dokter hewan langganan anda untuk mendapatkan informasi lebih spesifik. (hp). 

Comments

Popular posts from this blog

Bolehkah Memberi Telur pada Kucing ?

Dokter-hewan.net – Telur merupakan salah satu makanan yang bergizi, bervitamin, dan berprotein tinggi bagi tubuh. Di dalam telur, khususnya telur ayam, mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C. Nilai kandungan yang terdapat pada telur tentu sangat bagus untuk kucing terlebih jika dimakan dalam keadaan mentah.

Pemberian telur secara rutin akan membuat kucing menjadi gemuk karena tingginya kandungan lemak (11,5 gr) dan protein (12,8 gr), namun jangan memberi makan kucing dengan telur semata, karena telur bukanlah makanan pokok kucing. Pemberian telur pada kucing juga disarankan hanya memberi kuning telur saja, tanpa putih telur dan dalam kondisi mentah. Apakah kucing akan suka memakan telur mentah ?

Pada dasarnya, kucing adalah hewan pemakan daging dan sejenisnya dalam keadaan mentah, dan manusialah yang merubah pola makan kucing dengan memberi makanan matang atau makanan instan.

Lantas, bagaimana dengan pemberian putih telur pada kucing ? Pem…

Lowongan Pekerjaan : THL DEPTAN Lampung

Dokter-hewan.net - Dibutuhkan segera Dokter Hewan sebagai THL Dokter Hewan DEPTAN untuk menggantikan dokter hewan yang lama. Lokasi penempatan Kabupaten Way Kanan, Lampung. 
Fasilitas :  Gaji THL PusatHonor Daerah 1 JutaMess PuskeswanKendaraan DinasTeman-teman yang menyenangkanInsyaallah banyak pasien Yang berminat hubungi :  081271238020 (Bu Anik) 085725878726 081366450877 (drh. Nia)