Skip to main content

Kenapa Kucing Tidur di Wajah Pemiliknya?

Dokter-hewan.net - Pecinta kucing pastinya sering mengalami hal ini. Kucing kesayangannya tidur di wajah, leher, perut dan bagian tubuh lainnya. Ketika bangun, tubuh pemiliknya akan dipenuhi oleh bulu kucing, hasil dari proses grooming kucing sebelum mereka tidur. Namun, apakah alasan kucing tidur di wajah atau bagian tubuh pemiliknya?

Kucing tidur di wajah atau bagian tubuh pemiliknya dikarenakan di bagian tubuh tersebut kucing merasa lebih hangat. Saat tidur, tubuh manusia akan mengeluarkan panas sehingga akan terasa hangat bagi kucing. Kepala atau wajah merupakan salah satu bagian tubuh yang paling hangat saat anda tidur. Jadi, jangan "geer" dulu jika kucing anda memilih tidur di wajah anda. Bukan untuk melihat anda sepanjang malam, namun lebih untuk kenyamanan mereka. hehe

Namun, anda juga jangan bersedih. Studi lain menunjukkan, selain kehangatan, ternyata kucing tidur di bagian tubuh pemiliknya karena merasakan nyaman dan aman. Bau yang dihasilkan oleh tubuh pemiliknya adalah salah satu zona nyaman bagi kucing. Sehingga saat tidur, sambil mencium aroma tersebut, kucing akan merasakan nyaman. Sehingga, saat kucing anda memilih tidur di tempat anda tidur, berarti kucing anda sudah memberikan kepercayaannya kepada anda.

Namun, harus diingat. Sebelum tidur bersama kucing. Pastikan kucing anda dalam kondisi sehat dan bersih. Sehat dalam artian bebas dari rasa sakit dan penyakit. Bersih maksudnya, bebas dari kotoran apalagi dia habis main keluar rumah dan sebagainya.

Jadi, bagaimana cara kucing kalian tidur? 

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Waspada Luka Berbelatung pada Hewan Kesayangan

Dokter-hewan.net  - Luka yang terinfeksi belatung atau sering kita sebut dengan myasis merupakan kejadian yang cukup tinggi terjadi pada hewan kesayangan, terutama anjing. Kejadian myasis yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan kematian pada hewan akibat shock, intoksikasi ataupun infeksi sekunder. Myasis adalah kerusakan pada otot yang disebabkan oleh belatung. Belatung yang bentuknya seperti ulat ini berasal dari telur-telur lalat yang menetas, kemudian menggerogoti jaringan otot yang ada. Hal ini dapat berawal dari luka yang kecil yang tidak diketahui owner terutama pada hewan berambut panjang. Dengan perlahan, belatung akang menggerogoti jaringan otot di bawah kulit membentuk terowongan. Kondisi luka pada permukaan kulit ini akan mengundang lalat untuk bertelur sehingga belatung akan semakin banyak menempati luka hingga membusuk. Sampai kondisi seperti ini pun terkadang owner belum mengetahui betul apa yang terjadi pada hewan

Apa yang harus dilakukan agar kucing tidak kencing berdarah lagi?

Dokter-hewan.net – Kencing berdarah, sulit kencing dan kencing batu adalah penyakit yang paling umum ditemukan di klinik hewan. Penyakit ini umumnya muncul kepada hewan-hewan yang terlalu disayang dan dimanja oleh pemiliknya, sehingga terkadang dokter hewan menyebutnya penyakit kucing manja, karena diderita oleh kucing-kucing yang terlalu dimanja oleh pemiliknya, alias tidak mengatur dietnya dengan baik dan benar. Penyakit yang dikenal dengan nama Feline Urinary Syndrom (FUS) ini memang memiliki banyak sekali kemungkinan penyebabnya, salah satunya adalah faktor manajemen makanan yang sangat tidak sehat, misalnya memberikan makan setiap kucing meminta, kucing kurang beraktifitas dan memberikan makanan dengan kualitas yang sangat jelek alias asal kucing suka. Terkadang, pemilik hewan juga akan kebingungan dengan penyakit ini. Hari ini sembuh dan sebulan kemudian kambuh kembali, dan kembali lagi. Lantas, bagaimana cara agar penyakit ini tidak kambuh kembali? Berikut adalah tips