Skip to main content

Penyebab Bau yang Tidak Sedap Pada Kucing

Dokter-hewan.net - Kucing adalah hewan yang sangat mencintai kebersihan. Mereka akan melakukan selfgrooming jika merasa dirinya tidak dalam keadaan bersih. Namun, kadangkala pemilik hewan mengeluhkan bau yang tidak sedap dari hewan peliharaan mereka. Apa dan kenapa hewan mereka berbau tidak sedap? Berikut adalah sumber bau yang tidak sedap pada kucing kesayangan anda. 

  • Bau Mulut
Kucing sehat tidak memiliki bau mulut. Penyebab paling umum bau mulut adalah dental disease (gangguan pada pergigian). Plag dan karang gigi adalah kasus paling sering yang menyebabkan dental disease. Plag dan karang gigi yang menempel di gigi dan gusi akan menyebabkan terjadinya inflamasi (peradangan) sehingga akan menimbulkan bau mulut yang tidak sehat.

Kebersihkan gigi juga sangat menentukan ada atau tidaknya bau mulut. Misalnya bahan makanan yang tersangkut dalam waktu lama di gigi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap juga. Selain itu, trauma di jaringan mulut dan tumor pada mulut juga menimbulkan bau yang tidak sedap. 

Penyebab lain dari bau mulut adalah gangguan sistemik pada hewan. Misalnya saja, kucing yang mengalami gangguan ginjal akan memiliki nafas yang berbau menyerupai bau amoniak, kucing yang memiliki penyakit diabetes memiliki bau nafas yang manis dan akan berbau seperti pewarna kuku ketika diabetesnya semakin parah. Kucing dengan gangguan hati atau masalah di ususnya akan memiliki nafas seperti bau feses. 
  • Bau Kulit
Bau tidak sedap selanjutnya umumnya berasal dari kulit. Kucing dengan kulit yang sehat tidak memiliki bau yang tidak sedap. Namun kulit yang memiliki infeksi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Adapun contoh kulit yang tidak sehat adalah kulit dengan adanya luka, alergi, adanya infestasi parasit, kanker, dan gangguan sistem imun yang berdampak pada perubahan kondisi kulit. Umumnya semua yang mengganggu kulit akan mengeluarkan bau yang tidak sedap.
  • Bau Telinga
Infeksi telinga adalah penyebab utama bau pada telinga. Keberadaan jamur di telinga akan menimbulkan bau apek. Sedangkan infeksi bakteri akan mengeluarkan bau pengap. Namun, selain infeksi bakteri, bau pengap pada telinga juga disebabkan oleh alergi, polyp, tumor dan keberadaan benda asing di telinga, misalnya air yang tidak sengaja masuk ke dalam telinga. Ketika telinga ada infeksi akibat ear mites (kutu), maka di telinga akan ada kotoran telinga berwarna hitam menyerupai ampas kopi yang berbau sangat busuk.
  • Bau Anus dan Saluran Kencing (Rear end)
Kucing adalah hewan yang sangat mencintai kebersihan. Ketika mereka selesai melakukan rutinitas urinasi (kencing) dan defekasi (pup), mereka akan membersihkan bagian yang mereka rasa kotor tersebut. Sehingga pada kucing sehat akan jarang kita jumpai adanya kotoran yang menempel pada bagian belakang (rear end) tersebut. Anus dan saluran kencing akan bersih dan tidak akan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Namun, ketika kucing memiliki penyakit artritis (radang sendi), obesitas atau penyakit sistemik lainnya, mereka akan kesulitan melakukan grooming, terutama pada bagian belakang tersebut sehingga adanya kotoran yang tertinggal di bagian tersebut akan menimbulkan bau yang tidak sedap.

Selain itu, kasus diare, dan kasus penyakit yang menimbulkan gangguan pada saluran kencing akan menyebabkan kotoran menempel di bulu atau bagian tubuh lainnya sehingga akan meninggalkan bau yang tidak sedap. Infeksi, tumor dan kondisi lain yang menyerang anal gland akan menimbulkan bau yang tidak sedap. 
  • Bau Lain
Kucing adalah hewan yang memiliki keingintahuan yang tinggi, sehingga apa yang dia makan, dimana mereka bermain akan memiliki pengaruh kepada bau badan mereka. Misalnya ketika mereka habis memakan makanan yang berbau misalnya ikan (amis) akan menyebabkan mulut mereka berbau amis, atau saat mereka bermain di tempat sampah, maka bulu merekapun akan berbau seperti tempat sampah. Hal ini wajar karena keingintahuan mereka yang tinggi. Selalu perhatikan dimana mereka bermain, apa yang mereka makan.

Jika kucing anda menunjukkan perubahan pada bau, tingkah laku, atau gerak geriknya, segera temui dokter hewan anda, agar diberikan solusi agar kucing anda dapat diberi pertolongan pertama yang lebih baik. Jadi, kucingmu baunya bagaimana? 

Comments

Popular posts from this blog

Lowongan Pekerjaan : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya

Dokter-hewan.net - Dalam rangka meningkatkan pelayanan pada Klinik Hewan dan pengendalian pemotongan Betina Produktif, maka dibutuhkan tenaga Medik Veteriner dengan kriteria sebagai berikut : Menguasai rektal, penyakit hewan dan pengobatan hewanBerkelakuan baik, sehat jasmani rohani dan bebas narkobaLulusan PT Negeri atau PT Swasta bereputasi baik dengan IPK min. 2,75 (skala 4)Usia maksimal 35 TahunDiutamakan Laki-laki Warga SUrabaya (KTP) Surabaya Lamaran diajukan kepada Sekretariat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Jl. Pagesangan II No. 56 (60233) Surabaya dengan disertai kelengkapan sebagai berikut :  Surat lamaranCVPas Foto berwarna 4x6 sebanyak 2 buahFotokopi KTPFotokopi Ijazah dan transkrip nilaiFotokopi sertifikat khusus (STRV dan Kompetensi) yang di klinik, paling lambat tanggal 20 November 2017 Melalui surat ini mohon bantuan untuk mengumumkan dilingkungan kampus, atas kerjasamanya disampaikan terima kasih. 
Kepala dinas,  Ir. JOESTAMADHI, M.Si

Lowongan Kerja : Klinik Hewan Akeso di Brunei Darussalam

Dokter-hewan.net - Klinik hewan Akeso yang terletak di negara Brunei Darussalam membutuhkan dokter hewan praktisi dengan kualifikasi sebagai berikut : Pria/WanitaBerpengalaman/Fresh GraduateDisiplin, Bertanggung Jawab dan dapat bekerja dalam tim. Telah selesai menempuh pendidikan dokter hewan (drh). Jika anda tertarik, silahkan kirimkan lamaran anda ke email akeso.vet@gmail.com dengan ketentuan, attach file sebagai berikut :  Pas Photo Scan Identitas diri (KTP/Passport)CVResumeScan Ijazah dan TranskripScan Sertifikat yang berkaitan.  Selamat mencoba : )

Bahayakah Alkohol untuk Hewan?

Dokter-hewan.net - Beberapa hari belakangan ini dunia maya digegerkan dengan video online yang di upload oleh oknum di salah satu media sosial populer di Indonesia. Dalam adegan tersebut, terlihat oknum tersebut memberikan minuman ber-alkohol kepada hewan yang ada di disana. Netizen tambah geram karena oknum tersebut melakukannya untuk bersenang-senang bersama teman-temannya.  Anjing, kucing dan hewan lainnya tidak baik terpapar dengan alkohol karena alkohol adalah racun bagi mereka. Jangankan untuk meminum alkohol, makanan fermentasi yang mengandung sedikit alkohol saja dapat berdampak buruk bagi kesehatan mereka. 
Beberapa minuman beralkohol lebih berbahaya bagi hewan kesayangan, misalnya beer yang mengandung 4% alkohol, wine 10% alkohol bahkan liquor bisa mencapai 90% alkohol. Persentase alkohol di dalam minuman akan berdampak semakin buruk bagi kesehatan hewan. Bahkan, sedikit saja jumlah alkohol yang tertelan berpotensi menyebabkan kematian. 
Seperti halnya pada manusia, ketika …