Skip to main content

Scabies Pada Kucing

Dokter-hewan.net - Scabies merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh Sarcoptes scabiei. Penyakit kulit ini dapat menyerang kucing, anjing, kelinci bahkan manusia. Ciri-ciri yang ditimbulkan adalah kulit akan menebal, muncul gejala gatal-gatal dan kerontokkan pada rambut.

Jika hewan Anda mulai menunjukkan perilaku menggaruk-garuk hingga menimbulkan kerontokkan rambut pada beberapa bagian tubuh, Anda harus mewaspadai hal ini. Pada kasus scabies, rasa gatal yang ditimbulkan dapat berasal dari toxin yang dikeluarkan oleh ektoparasit (tungau), allergen (bahan yang menimbulkan allergi) yang dikeluarkan oleh tungau, dan reaksi mekanis oleh tungau itu sendiri. Pemeriksaan kerokan kulit pada daerah yang gatal atau mengalami kebotakan (alopecia) akan memberikan gambaran bagi dokter hewan mengenai apakah hewan mereka terserang scabies atau tidak.

Apakah manusia dapat tertular?
Pada umumnya, manusia dapat tertular melalui kontak langsung dengan hewan yang terkena penyakit ini. Atau dapat juga melalui kontak tidak langsung yakni melalui peralatan/perabotan di rumah seperti kandang, tempat tidur, sofa/kursi atau alat-alat lain yang digunakan oleh hewan tersebut. Akibat adanya reaksi menggaruk dari si hewan yang kemudian menyebabkan sebagian kulitnya terkelupas dan kulit yang terkelupas tersebut dapat terbawa penyebab scabies yang sewaktu-waktu dapat menular ke manusia. Di luar tubuh hewan, parasit penyebab scabies dapat hidup dalam jangka waktu relatif lama, tergantung pada suhu, kelembaban, dan pengaruh sinar matahari secara langsung.

Scabies pada anjing dan kucing di Indonesia terjadi relatif cukup tinggi. Hal ini didukung oleh faktor lingkungan dan kondisi tubuh hewan tersebut. Oleh sebab itu, kebersihan dan perawatan pada hewan kesayangan Anda sangat berpengaruh pada kasus seperti ini. 

Comments

  1. Terimakasih kak atas informasi yang sangat bagus. Saya ingin bertanya, bagaimana penanganannya apabila yang terkena scabies itu kucing liar yang cukup sering main di sekitar rumah? Apakah ada cara penangannya? Kucingnya sendiri tidak ingin dipegang oleh manusia

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Fakta Unik Seputar Elang

Dokter-hewan.net – Siapa yang tak kenal dengan burung elang? Ya, Elang adalah salah satu burung yang dikenal sebagai predator penguasa udara. Burung elang dikategorikan sebagai unggas yang berdarah panas. Elang mempunyai bentuk tubuh dan warna sayap yang indah. Berikut fakta unik lainnya seputar Burung Elang (Eagle). Yuk disimak!  Burung elang dikenal sebagai burung yang memiliki penglihatan yang sangat tajam. Burung ini mampu melihat mangsanya dari jarak yang sangat jauh. Elang mampu melihat mangsanya sejauh 100 kaki di udara. Penglihatannya 8 kali lebih tajam dari penglihatan manusia normal.     Elang mempunyai kecepatan terbang hingga 300 km/jam terutama saat memburu mangsanya. Saat musim migrasi tiba, Elang mampu berpindah tempat ke berbagai belahan dunia.     Burung elang akan membuat sarang pada ranting pohon sebagai tempat tinggal dan tempat si betina bertelur. Namun, adapula jenis Elang yang membuat sarang di tanah. Burung elang tinggal di pepohonan dan berkembang bi

Cara Membedakan Kura-kura Jantan dan Betina

Dokter-hewan.net – Sebelum Anda memelihara dan merawat kura-kura, pastilah Anda bertanya-tanya tentang apakah kura-kura yang Anda miliki berjenis kelamin jantan atau betina. Pada dasarnya, ada beberapa bagian tubuh kura-kura yang bisa Anda perhatikan untuk membedakan jenis kelamin kura-kura tersebut, antara lain: 1.    Plastron Plastron merupakan cangkang kura-kura yang menutupi bagian bawah tubuhnya. Pada kura-kura jantan, plastronnya memiliki bentuk yang cekung ke dalam. Cekungan tersebut biasanya membantu kura-kura jantan saat akan memulai proses kawin. Sedangkan pada kura-kura betina, memiliki bentuk plastron yang rata. Hal ini tentu saja dapat memudahkan kura-kura betina saat akan menggali lubang untuk meletakkan telur-telurnya. Perbedaan pada plastron ini hanya dapat dilihat ketika kura-kura sudah dewasa dan matang kelaminnya, karena jika masih berukuran kecil atau belum dewasa, perbedaan plastron ini sangat kurang efektif dan kurang akurat. 2.    Kuku kaki Bentuk kuku kaki pa