Skip to main content

5 Hal yang Harus Dilakukan Sebelum Adopsi Anjing

Dokter-hewan.net - Adopsi anjing yang lucu dan menggemaskan memang impian pecinta anjing diseluruh dunia ini. Anak anjing yang lucu dan menggemaskan akan membuat luluh hati semua orang. Namun, hal ini membuat kita semua gelap mata dan ingin segera membawa anak anjing tersebut pulang tanpa mengindahkan beberapa faktor yang penting bagi kesehatannya. Terutama bagi kamu yang adopsi anjing dari breeder, jangan pernah adopsi anjing yang belum lengkap masa menyusuinya dan belum diberikan vaksinasi! Selain membahayakan kesehatan anak anjing juga sangat tidak baik untuk pertumbuhan mereka nantinya. Jadi berikut 5 hal yang harus diperhatikan!

Vaksinasi
Anak anjing yang akan dipisah dari induknya harus mendapatkan vaksinasi pertamanya terlebih dahulu, agar nantinya mereka memiliki kekebalan tubuh yang lebih baik saat sudah berpisah dari induknya. Sehingga penyakit-penyakit yang membahayakan anak anjing dapat dihindari dan dijauhi nantinya. Dan jangan pernah mau menerima anak anjing jika vaksinnya hanya dengan lisan, atau tidak ada bukti kartu vaksinnya. Vaksin yang sah memiliki bukti kartu vaksin, label vaksin, tanda tangan dokter hewan serta stamp dokter hewan atau klinik di dalamnya. Jika kalian hanya menemukan label vaksin tanpa ada stamp dan tanda tangan dokter hewannya, kalian harus mencurigai kelegalannya.

Namun, jika kalian adopsi anjint dari jalanan atau stray dog, alangkah baiknya anjing di karantinakan dulu dan lakukan pemeriksaan kesehatan lebih lanjut sebelum membawanya ke rumahmu.

Parasite control
Pencegahan parasit sama pentingnya dengan vaksinasi. Parasit pada anjing akan menyebabkan malnutrisi, terinfeksi penyakit lain bahkan dapat menimbulkan kematian. Jadi pastikan anjing yang kalian adopsi sudah mendapatkan obat pencegah parasit, misalnya obat cacing dan obat anti kutu dan sejenisnya. Serta kalian harus mengetahui kapan obat obat tersebut harus di diberikan ulang kepada mereka.

Diet recommendation
Anak anjing yang sudah di adopsi pastinya akan mengalami proses adaptasi yang tidak mudah. Namun, alangkah baiknya makanan yang diberikan di tempat breeder tidak ditukar dulu setelah anjing pindah ke rumahmu. Jadi tanyakan jenis makanan yang diberikan di tempat asal kamu adopsi anjing tersebut. Minimal kamu memiliki makanan tersebut selama 2 minggu atau lebih. Jika kamu mau menukarkan makanannya, setelah 2 minggu di rumahmu, kamu dapat perlahan-lahan menukarkannya dengan makanan baru.

Neutering/spaying
Hal lain yang harus kamu perhatikan adalah tujuan kamu memelihara anjing. Jika kamu tidak ingin mereka berkembang biak alangkah baiknya direncanakan sejak awal adopsi. Tentunya semakin cepat dilakukan neutering atau spaying akan lebih baik sebelum terlambat. Jadi harus segera dipertimbangkan ya!

Tooth brushing
Hal kelima mungkin kamu anggap sepele, namun kamu harus melakukannya setiap hari. Pada masa awal adopsi, kamu harus tahu cara menggosok gigi anjingmu yang baik dan benar. Sehingga anjingmu akan menikmati prosesnya dan tidak menyakitkan bagi mereka. Menggosok gigi bagi anjing harus dilakukan setiap hari ya! Jika kamu belum tahu caranya, tanyakan breedermu ataupun dokter hewan langgananmu ya.

Selain lima hal diatas, ada beberapa hal yang kamu sebaiknya lakukan antara lain ikut ansuransi kesehatan anjing, microchipping (pemasangan mikrochip), dan mengikuti health scheme atau program kesehatan berkala agar hewanmu dikontrol kesehatannya.

Jadi, apakah kamu sudah mempersiapkan semuanya?

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Penyebab Bau yang Tidak Sedap Pada Kucing

Dokter-hewan.net - Kucing adalah hewan yang sangat mencintai kebersihan. Mereka akan melakukan selfgrooming jika merasa dirinya tidak dalam keadaan bersih. Namun, kadangkala pemilik hewan mengeluhkan bau yang tidak sedap dari hewan peliharaan mereka. Apa dan kenapa hewan mereka berbau tidak sedap? Berikut adalah sumber bau yang tidak sedap pada kucing kesayangan anda.  Bau Mulut Kucing sehat tidak memiliki bau mulut. Penyebab paling umum bau mulut adalah dental disease (gangguan pada pergigian). Plag dan karang gigi adalah kasus paling sering yang menyebabkan dental disease. Plag dan karang gigi yang menempel di gigi dan gusi akan menyebabkan terjadinya inflamasi (peradangan) sehingga akan menimbulkan bau mulut yang tidak sehat. Kebersihkan gigi juga sangat menentukan ada atau tidaknya bau mulut. Misalnya bahan makanan yang tersangkut dalam waktu lama di gigi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap juga. Selain itu, trauma di jaringan mulut dan tumor pada mulut juga men

Bolehkah Memberi Telur pada Kucing ?

Dokter-hewan.net – Telur merupakan salah satu makanan yang bergizi, bervitamin, dan berprotein tinggi bagi tubuh. Di dalam telur, khususnya telur ayam, mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C. Nilai kandungan yang terdapat pada telur tentu sangat bagus untuk kucing terlebih jika dimakan dalam keadaan mentah. Pemberian telur secara rutin akan membuat kucing menjadi gemuk karena tingginya kandungan lemak (11,5 gr) dan protein (12,8 gr), namun jangan memberi makan kucing dengan telur semata, karena telur bukanlah makanan pokok kucing. Pemberian telur pada kucing juga disarankan hanya memberi kuning telur saja, tanpa putih telur dan dalam kondisi mentah. Apakah kucing akan suka memakan telur mentah ? Pada dasarnya, kucing adalah hewan pemakan daging dan sejenisnya dalam keadaan mentah, dan manusialah yang merubah pola makan kucing dengan memberi makanan matang atau makanan instan. Lantas, bagaimana dengan pemberian putih telur pada kucing ?