Skip to main content

Kenapa kucing selalu tidur? Berikut 5 fakta tentang tidur kucing

Dokter-hewan.net - Kita seringkali bertanya-tanya. Kenapa kucing tidur melulu? Apakah mereka benar-benar tidur atau hanya sekedar istirahat dan apakah mereka bermimpi? Dan apakah normal jika mereka tidur sambil mendengkur? Berikut adalah fakta-fakta tentang tidur kucing.

Kucing tidur sepanjang waktu merupakan rahasia umum yang diketahui oleh semua orang. Mereka bisa tidur dimana saja, lantai, kursi, kasur, tumpukan baju bahkan di tempat-tempat ekstrim sekalipun. Bahkan, jika kamu menelurusi menggunakan google, kamu akan menemukan ribuan bahkan jutaan foto kucing yang sedang tidur dengan damai. Namun, yang menjadi pertanyaan saat ini, kenapa mereka tidur begitu lama? yuk! kita pelajari 5 fakta tentang tidur kucing.

1. Tidur adalah bagian dari genetik kucing
Photo by Immortal shots from Pexels

Jika pertanyaannya seberapa lama kucing tidur dalam sehari, jawabannya adalah 16 jam/hari. Bahkan bagi kucing-kucing tua atau senior bisa lebih dari itu. Ternyata, kebiasaan tidur seperti itu sudah dari bagian genetik kucing loh! alias hasil dari evolusi kucing untuk bertahan hidup.

Evolusi yang kami maksud yaitu hasil pengaruh dari faktor nutrisi, kebiasaan dan psikologi kucing. Di alam liar, kucing harus berburu untuk mendapatkan makanan, dan mereka harus mengintai, mengejar dan membunuh mangsanya. Kegiatan-kegiatan ini membutuhkan banyak sekali energi. Tidur adalah satu-satunya cara kucing untuk menghemat energi antara berburu satu dengan berburu lainnya.

2. Kucing tidak selalu tertidur lelap
Photo by Ihsan Aditya from Pexels

Jika kamu perhatikan, ada beberapa perbedaan tidur pada kucing. Ada saatnya kucing tertidur lelap, namun juga ada waktunya tidur hanya tertidur namun telinganya masih tetap aktif untuk berjaga-jaga. Kucing tidak selalu tertidur lelap. Pada kondisi ini, kucing akan memejamkan matanya dan posisikan badanya seolah tidur, namun telinganya akan bergerak-gerak berputar-putar jika ada suara disekitarnya. Bahkan, saat dudukpun, kucing bisa melakukan tidur ini.

3. Tidur lelap dan bermimpi
Photo by Fabricio Trujillo from Pexels

Selayaknya manusia, kucing juga menggunakan waktunya untuk tidur lelap bahkan bermimpi. Saat melakukan tidur ini kucing akan memejamkan matanya sangat dalam, dan akan menggulungkan badannya, bahkan wajahnya akan bersentuhan dengan ekornya. Pada kondisi ini kucing akan benar-benar tertidur pulas. Jika kucingmu sedang tidur ini, alangah baiknya jangan diganggu, karena pada posisi tidur seperti ini kucing benar-benar istirahat dan akan membantu menjaga kesehatan hewanmu.

Nah, jika kamu melihat kucingmu menggerakkan kakinya atau telapak kakinya saat tidur, dapat dipastikan kucingmu sedang bermimpi disana. Berharaplah kamu adalah bagian dari mimpinya, so sweet ya!

4. Kucing juga mendengkur
Photo by Tomas Ryant from Pexels

Dengkuran akan muncul jika adanya penghalang saluran pernafasan, misalnya saja oleh kelebihan kulit atau sejenisnya. Hal ini akan terjadi saat kucing benar-benar rileks dan lelap. Namun, dengkuran kebanyakan muncul pada kucing yang berjenis hidung pendek seperti persian, himalayan atau eksotik short hair.

5. Perubahan pola tidur kucing bisa menjadi gejala kesehatan
Photo by Mike from Pexels

Pada saat kucingmu tidur, pastinya kamu akan merasakan kepuasan tersendiri, namun jika kucingmu tidur kebanyakan atau terlalu sedikit, hal ini dapat menjadi salah satu gejala gangguan kesehatan. Jika sudah demikian kamu dianjurkan langsung membawa kucingmu ke dokter hewan terdekat agar diperiksa lebih lanjut. Umumnya saat tidur berlebihan kucing merasakan kesakitan, dan sebaliknya jika kucing tidur lebih sedikit bisa saja itu gejala hyperthyroidsm.

Source

Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Tumor pada Hamster

Dokter-hewan.net – Pertumbuhan abnormal pada sel atau jaringan maupun organ tubuh disebut tumor. Tumor memiliki dua tipe, yaitu benigna dan maligna. Tumor benigna merupakan tumor yang tidak ganas dan tidak bisa menyebar yang pada umumnya menyerang hamster. Sedangkan, tumor maligna (kanker) merupakan tumor ganas yang umumnya menyerang glandula yang memproduksi hormon atau sistem pencernaan hewan dan memiliki kemampuan untuk menyebar ke daerah sekitarnya. Hanya 4% hamster yang mampu bertahan melawan tumor maligna. Tumor benigna pada hamster umumnya terjadi di kelenjar adrenal, dekat dengan organ ginjal. Lymphoma (tumor di kelenjar limpa) umumnya menyerang hamster tua dan umumnya ditemukan di seluruh sistem limpatik seperti timus, lien, hati dan limpnode. Selain itu, salah satu tipe dari lympoma dari Sel T juga akan memberikan efek terhadap kulit pada hamster dewasa. Tumor lain mampu tumbuh dan berkembang pada rahim, usus, otak, kulit, folikel rambut, lemak bahkan mata. Pengobatan

Waspada Luka Berbelatung pada Hewan Kesayangan

Dokter-hewan.net  - Luka yang terinfeksi belatung atau sering kita sebut dengan myasis merupakan kejadian yang cukup tinggi terjadi pada hewan kesayangan, terutama anjing. Kejadian myasis yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan kematian pada hewan akibat shock, intoksikasi ataupun infeksi sekunder. Myasis adalah kerusakan pada otot yang disebabkan oleh belatung. Belatung yang bentuknya seperti ulat ini berasal dari telur-telur lalat yang menetas, kemudian menggerogoti jaringan otot yang ada. Hal ini dapat berawal dari luka yang kecil yang tidak diketahui owner terutama pada hewan berambut panjang. Dengan perlahan, belatung akang menggerogoti jaringan otot di bawah kulit membentuk terowongan. Kondisi luka pada permukaan kulit ini akan mengundang lalat untuk bertelur sehingga belatung akan semakin banyak menempati luka hingga membusuk. Sampai kondisi seperti ini pun terkadang owner belum mengetahui betul apa yang terjadi pada hewan