Skip to main content

Cara Mengenalkan Kucingmu dengan Kucing yang Baru


Dokter-hewan.net
- Adopsi kucing baru merupakan hal yang sangat menyenangkan bagi pecinta kucing, namun sayangnya hal yang menakjubkan ini tidak didukung oleh kucing kesayangan di rumah. Sehingga, kerap sekali pemilik hewan dipusingkan dengan ketidakcocokan kucing hingga berusaha menyakiti satu sama lain. 

Perkenalan yang dipaksakan atau terlalu cepat merupakan salah satu permasalahan awal yang membuat kucing tidak menyukai satu sama lain. Karena terlalu bersemangat, pemilik hewan langsung mengenalkan kucing secara tatap muka sehingga salah satu atau kedua kucing merasa tidak nyaman dan terjadilah perkelahian dan menyebabkan perkenalan selanjutnya tidak akan berjalan lancar. Lantas, bagaimana cara memperkenalkan kucing yang baik dan benar? Berikut adalah beberapa tipsnya. 

1. Jangan terlalu berekspektasi tinggi. 
Kucing yang berusia 12 bulan kebawah, umumnya lebih mudah untuk dikenalkan dengan kucing yang baru. Karakter mereka masih bisa dilatih dan lebih mudah menerima kawan baru. Saat bertemu dengan hewan baru, umumnya mereka akan mulai dari rasa ingin tahu dan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan dan akan sangat dekat satu sama lain seiring dengan pertambahan waktu. Namun tidak bisa dipungkiri, pada kondisi tertentu kucing tidak bisa menerima keberadaan hewan lain. Pertengkaranpun tidak bisa dihindarkan. Jadi, jangan terlalu berekspektasi tinggi dengan perkenalan kucing. Lakukan secara perlahan dan sediakan tempat makan, tempat bermain, hingga litter box yang terpisah bagi mereka agar tidak terjadi persaingan yang menggiring kepada perkelahian. 

2. Perkenalkan secara perlahan dan sedikit demi sedikit. 
Saling membaui satu sama lain adalah hal pertama yang wajib dilakukan. Namun tidak secara langsung, namun diawali dengan benda yang tidak langsung. Misalnya dengan menggosokkan kain lembut kepada bulu kucing baru dan kemudian bawa ke kucing yang lama dan gosokkan ke pipinya secara perlahan. Kemudian lakukan secara bergantian agar kucing satu dengan dengan lainnya saling mengenali bau feromone-nya satu sama lain. Kemudian bisa ditingkatkan dengan meletakkan mereka diruangan terpisah namun bisa membaui satu sama lain (namun tidak bisa melihat satu sama lain). Misalnya mereka membaui dari celah pintu, atau berada di dalam kandang yang diletakkan bersebelahan namun ditutup dengan kain. 

3. Pertemuan pertama harus diawasi
Jika mereka sudah mengenali bau satu sama lain. Selanjutnya perkenalkan mereka satu sama lain. Dapat saling melihat namun tidak bisa bersentuhan satu sama lain. Misalnya mereka diletakkan di kandang yang berbeda atau salah satu hewan di kandang dan hewan lainnya dilepaskan di area kucing yang satu dikandangkan. Perhatikan gerak gerik dan ekspresi tingkah laku hewan. Jika mereka saling menciumi dan kemudian tidak menunjukkan kemarahan, itu artinya mereka dapat segera berteman. Namun jika mereka saling marah, lakukan tindakan ini terus dan berulang agar hewan saling mengenal satu sama lain. Jika tetap tidak bisa, kembali ke poin pertama. Jangan terlalu berekspektasi. Kedua kucing memang tidak akan pernah bisa berteman. Hubungi dokter hewan langganan anda untuk tips lanjutannya. 

Walaupun kucingmu sudah berteman, sumber makanan, minuman, litter box, dan papan garukannya tetap harus dipisah alias punya tempat sendiri-sendiri untuk menghindari terjadinya persaingan yang akan berakhir dengan perkelahian dan pertempuran, hehe. 

4. Tips tambahan
Jagalah kenyamanan dan ketenangan lingkungan saat memperkenalkan kucing, serta jangan terlalu banyak interupsi dari lingkungan. Biarkan mereka berkenalan sedikit demi sedikit dan kemudian berikan mereka waktu sebanyak yang mereka mau. Jangan dipaksakan! 

Namun, jika hasilnya tidak sesuai harapan. Tetap pisahkan mereka dan secara sangat perlahan, mulai kenalkan mereka dan awasi jika mereka berdekatan. Umumnya, seiring berjalan waktu, mereka akan terbiasa dan tidak akan seagresif pada awal mereka bertemu. Lakukan pendekatan terus menerus, umumnya keagresifan akan menurun seiring berjalan waktu, dan sekali lagi...jangan terlalu berekspektasi. 

Comments

Popular posts from this blog

Penyebab Bau yang Tidak Sedap Pada Kucing

Dokter-hewan.net - Kucing adalah hewan yang sangat mencintai kebersihan. Mereka akan melakukan selfgrooming jika merasa dirinya tidak dalam keadaan bersih. Namun, kadangkala pemilik hewan mengeluhkan bau yang tidak sedap dari hewan peliharaan mereka. Apa dan kenapa hewan mereka berbau tidak sedap? Berikut adalah sumber bau yang tidak sedap pada kucing kesayangan anda.  Bau Mulut Kucing sehat tidak memiliki bau mulut. Penyebab paling umum bau mulut adalah dental disease (gangguan pada pergigian). Plag dan karang gigi adalah kasus paling sering yang menyebabkan dental disease. Plag dan karang gigi yang menempel di gigi dan gusi akan menyebabkan terjadinya inflamasi (peradangan) sehingga akan menimbulkan bau mulut yang tidak sehat. Kebersihkan gigi juga sangat menentukan ada atau tidaknya bau mulut. Misalnya bahan makanan yang tersangkut dalam waktu lama di gigi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap juga. Selain itu, trauma di jaringan mulut dan tumor pada mulut juga men

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Bolehkah Memberi Telur pada Kucing ?

Dokter-hewan.net – Telur merupakan salah satu makanan yang bergizi, bervitamin, dan berprotein tinggi bagi tubuh. Di dalam telur, khususnya telur ayam, mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan C. Nilai kandungan yang terdapat pada telur tentu sangat bagus untuk kucing terlebih jika dimakan dalam keadaan mentah. Pemberian telur secara rutin akan membuat kucing menjadi gemuk karena tingginya kandungan lemak (11,5 gr) dan protein (12,8 gr), namun jangan memberi makan kucing dengan telur semata, karena telur bukanlah makanan pokok kucing. Pemberian telur pada kucing juga disarankan hanya memberi kuning telur saja, tanpa putih telur dan dalam kondisi mentah. Apakah kucing akan suka memakan telur mentah ? Pada dasarnya, kucing adalah hewan pemakan daging dan sejenisnya dalam keadaan mentah, dan manusialah yang merubah pola makan kucing dengan memberi makanan matang atau makanan instan. Lantas, bagaimana dengan pemberian putih telur pada kucing ?