Skip to main content

Pecinta kucing namun hidup jorok? Penyakit-penyakit yang Mengintai Pecinta Kucing yang Jorok!


Dokter-hewan.net - Berdasarkan penemuan terbaru, jenis coronavirus adalah penyakit yang dapat menjangkiti seekor kucing. Melalui artikel ini, Dokter-Hewan.net akan memberikan informasi mengenai penyakit apa saja yang bisa ditularkan dari hewan kesayangan kita, kucing. 

Covid-19. Coronavirus adalah jenis virus yang beragam dan dapat menjangkiti kucing. Meskipun demikian, jenis Covid-19 termasuk langka untuk menjangkiti seekor kucing. Beberapa kasus kucing yang terjangkit penyakit tersebut sudah tercatat dalam penemuan, akan tetapi belum ada data yang membuktikan jika kucing dapat menularkan Covid-19 ke manusia. Justru sebaliknya, manusia cenderung dapat menularkan penyakit Covid-19 kepada hewan kucing kesayangannya.

Sepsis. Sepsis terjadi ketika bahan kimia yang dilepaskan di dalam aliran darah untuk melawan infeksi memicu peradangan di seluruh tubuh. Apabila gigitan kucing mengalami infeksi, berbagai komplikasi dapat terjadi. Pembengkakan dan rasa sakit adalah respons yang umum, namun pada kasus ekstrem, gigitan kucing dapat menyebabkan septicaemia (keracunan darah) apabila gigitan kucing membawa bakteri. Apabila gigitan kucing menembus kulit, kita perlu membersihkan gigitan tersebut dan mensterilkannya dengan memberikan antiseptik secepatnya.

Demam dari cakaran kucing. Beberapa kucing terutama kucing liar, membawa bakteri bernama Bartonella henselae. Apabila bakteri tersebut masuk ke dalam tubuh melalui luka, kita dapat mengalami demam. Gejala yang dialami adalah kulit melepuh, sakit kepala, kelenjar getah bening bengkak, dan demam. Penyakit dapat hilang dengan sendirinya. Meskipun demikian, penyakit ini dapat juga diobati dengan antibiotik apabila diperlukan, tentu dengan rekomendasi ahlinya.

Toksoplasmosis. Penyakit ini sering disingkat menjadi penyakit tokso. Penyakit ini menjadi terkenal akhir-akhir ini di antara penyakit lain yang dapat ditularkan dari seekor kucing. Penyakit toksoplasmosis seperti layaknya demam, cenderung dapat hilang dengan sendirinya. Penyakit ini juga dapat dicegah dengan menjaga kebersihan, seperti membersihkan pasir tempat buang air kucing secara teratur dan mencuci tangan setelah membersihkan pasir bekas buangan kucing. 

Salmonella. Seperti hewan lainnya, kucing dapat membawa bakteri salmonella. Gejala penyakit salmonella yang sering terjadi adalah diare parah dan muntah. Apabila kucing kita memakan daging mentah atau hewan liar, mereka memiliki resiko membawa bakteri salmonella. Oleh karena itu, berilah daging yang matang apabila ingin memberikan daging kepada hewan kesayangan kita. Selain itu, cuci tangan kita setelah memegang kucing.

Cacingan. Berbagai jenis cacing dapat menjangkiti seekor kucing, mulai dari cacing pita, cacing tambang, dan cacing gelang. Jenis cacing ini dapat berpindah menjangkiti manusia apabila cacing tersebut menempel pada kulit dan termakan. Kita dapat mencegah hal ini terjadi dengan secara teratur membawa kucing kita ke dokter hewan untuk diberikan obat cacing. Kita juga dapat mencegah terkena cacingan dengan menjaga kebersihan diri dan menggunakan alas kaki apabila berjalan di lingkungan luar. Selain itu, obat cacing juga tersedia apabila kita terkena cacingan (RS)


Comments

  1. Halo selamat siang,mau tanya dok seputar kucing. Saya punya kucing persia kitten umurnya baru 3bln akhir² ini nafasnya cepat tapi makannya lancar dan minumnya kadang². Klo sudah makan kucingnya pasti tidur. Terus klo diajak main gak ngerespon . Ini kenapa ya dok?

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Waspada Luka Berbelatung pada Hewan Kesayangan

Dokter-hewan.net  - Luka yang terinfeksi belatung atau sering kita sebut dengan myasis merupakan kejadian yang cukup tinggi terjadi pada hewan kesayangan, terutama anjing. Kejadian myasis yang tidak ditangani dengan cepat dan tepat bisa berakibat fatal karena dapat menyebabkan kematian pada hewan akibat shock, intoksikasi ataupun infeksi sekunder. Myasis adalah kerusakan pada otot yang disebabkan oleh belatung. Belatung yang bentuknya seperti ulat ini berasal dari telur-telur lalat yang menetas, kemudian menggerogoti jaringan otot yang ada. Hal ini dapat berawal dari luka yang kecil yang tidak diketahui owner terutama pada hewan berambut panjang. Dengan perlahan, belatung akang menggerogoti jaringan otot di bawah kulit membentuk terowongan. Kondisi luka pada permukaan kulit ini akan mengundang lalat untuk bertelur sehingga belatung akan semakin banyak menempati luka hingga membusuk. Sampai kondisi seperti ini pun terkadang owner belum mengetahui betul apa yang terjadi pada hewan

Apa yang harus dilakukan agar kucing tidak kencing berdarah lagi?

Dokter-hewan.net – Kencing berdarah, sulit kencing dan kencing batu adalah penyakit yang paling umum ditemukan di klinik hewan. Penyakit ini umumnya muncul kepada hewan-hewan yang terlalu disayang dan dimanja oleh pemiliknya, sehingga terkadang dokter hewan menyebutnya penyakit kucing manja, karena diderita oleh kucing-kucing yang terlalu dimanja oleh pemiliknya, alias tidak mengatur dietnya dengan baik dan benar. Penyakit yang dikenal dengan nama Feline Urinary Syndrom (FUS) ini memang memiliki banyak sekali kemungkinan penyebabnya, salah satunya adalah faktor manajemen makanan yang sangat tidak sehat, misalnya memberikan makan setiap kucing meminta, kucing kurang beraktifitas dan memberikan makanan dengan kualitas yang sangat jelek alias asal kucing suka. Terkadang, pemilik hewan juga akan kebingungan dengan penyakit ini. Hari ini sembuh dan sebulan kemudian kambuh kembali, dan kembali lagi. Lantas, bagaimana cara agar penyakit ini tidak kambuh kembali? Berikut adalah tips