Skip to main content

Pencegahan dan Terapi Pada Hamster Wet Tail

Dokter-hewan.net – Seperti yang telah dibahas pada artikel sebelumnya, Hamster Wet Tail, hamster wet tail atau hamster ekor basah merupakan salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dapat menyebabkan hamster terkena diare yang cukup parah. Nah, setelah kita ketahui apa penyebab dan gejala dari kelainan ini, ada beberapa tindakan pencegahan dan penanggulangan yang dapat Anda lakukan.
 
Beberapa tindakan pencegahan dapat Anda lakukan untuk melindungi hamster ataupun untuk menghindari dalam membeli hamster yang terinfeksi penyakit hamster wet tail. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengganti dengan rutin serbuk kayu pada kandang hamster. Jangan terlalu sering mengadakan kontak dengan hamster dan tetap atur pola makan hamster Anda. Lakukan karantina hamster yang baru Anda beli sampai Anda yakin bahwa hamster tersebut sudah benar – benar sehat dan tidak akan membawa penyakit ke hamster atau hewan lainnya.
 
Karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri, maka pengobatan yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian antibiotik yang dianjurkan dokter hewan langganan Anda. Penyakit ini juga menimbulkan diare pada si penderita, oleh karena itu dapat juga diberikan obat antidiare. Frekuensi diare yang terus – menerus terjadi juga dapat menyebabkan kurangnya cairan di dalam tubuh (dehidrasi), oleh karena itu dapat diberikan cairan isotonis secara oral kepada hamster yang sakit. Pemberian suplemen penambah nafsu makan juga dianjurkan untuk memulihkan stamina hamster. Selain itu, juga perlu diperhatikan dalam hal penempatan hamster dimana tempatnya harus hangat dan tenang agar dapat meminimalisir terjadinya stres pada hamster Anda. Kebersihan kandang juga harus selalu diperhatikan untuk mencegah terjadinya infeksi yang berulang atau penyebaran penyakit. [AD]


Comments

Popular posts from this blog

Kenali anak kucing yang tertinggal dalam kandungan induk

Dokter-hewan.net  - Pada keadaan normal, kucing bunting selama 64-67 hari. Dan kelahiran merupakan puncak dari proses kebuntingan. Kucing merupakan makhluk yang mandiri dimana tidak memerlukan bantuan ketika melahirkan. Namun, pada keadaan tertentu mungkin saja dijumpai kucing yang mengalami kesulitan melahirkan dan berpotensi mengancam jiwa induk dan calon anak yang akan dilahirkan. Penyebabnya dapat berasal dari induk maupun anaknya sendiri. Terkadang pemilik akan membiarkan kucingnya melahirkan dan seringkali dibiarkan hingga esok dan keesokkan harinya. Hal Ini tidak menjadi masalah ketika benar semua anak yang ada dalam kandungan induk telah keluar semua. Tapi pastikan induk memiliki akses ke makanan dan air minum tanpa risiko anak-anak kucing menjadi terjebak atau tenggelam.  Lalu, apa yang terjadi jika ada yang masih tertinggal? Hal ini sering dicurigai pemilik ketika melihat kucingnya yang baru melahirkan, dengan jeda waktu yang cukup, dan perutnya masih terlihat

Penyebab Bau yang Tidak Sedap Pada Kucing

Dokter-hewan.net - Kucing adalah hewan yang sangat mencintai kebersihan. Mereka akan melakukan selfgrooming jika merasa dirinya tidak dalam keadaan bersih. Namun, kadangkala pemilik hewan mengeluhkan bau yang tidak sedap dari hewan peliharaan mereka. Apa dan kenapa hewan mereka berbau tidak sedap? Berikut adalah sumber bau yang tidak sedap pada kucing kesayangan anda.  Bau Mulut Kucing sehat tidak memiliki bau mulut. Penyebab paling umum bau mulut adalah dental disease (gangguan pada pergigian). Plag dan karang gigi adalah kasus paling sering yang menyebabkan dental disease. Plag dan karang gigi yang menempel di gigi dan gusi akan menyebabkan terjadinya inflamasi (peradangan) sehingga akan menimbulkan bau mulut yang tidak sehat. Kebersihkan gigi juga sangat menentukan ada atau tidaknya bau mulut. Misalnya bahan makanan yang tersangkut dalam waktu lama di gigi akan mengeluarkan bau yang tidak sedap juga. Selain itu, trauma di jaringan mulut dan tumor pada mulut juga men

Tumor pada Hamster

Dokter-hewan.net – Pertumbuhan abnormal pada sel atau jaringan maupun organ tubuh disebut tumor. Tumor memiliki dua tipe, yaitu benigna dan maligna. Tumor benigna merupakan tumor yang tidak ganas dan tidak bisa menyebar yang pada umumnya menyerang hamster. Sedangkan, tumor maligna (kanker) merupakan tumor ganas yang umumnya menyerang glandula yang memproduksi hormon atau sistem pencernaan hewan dan memiliki kemampuan untuk menyebar ke daerah sekitarnya. Hanya 4% hamster yang mampu bertahan melawan tumor maligna. Tumor benigna pada hamster umumnya terjadi di kelenjar adrenal, dekat dengan organ ginjal. Lymphoma (tumor di kelenjar limpa) umumnya menyerang hamster tua dan umumnya ditemukan di seluruh sistem limpatik seperti timus, lien, hati dan limpnode. Selain itu, salah satu tipe dari lympoma dari Sel T juga akan memberikan efek terhadap kulit pada hamster dewasa. Tumor lain mampu tumbuh dan berkembang pada rahim, usus, otak, kulit, folikel rambut, lemak bahkan mata. Pengobatan